Rabu, 23 Agustus 2017

Bali United Kontrak Stefano Lilipaly 3,5 Tahun, Ini Alasannya  

Minggu, 13 Agustus 2017 | 14:02 WIB
Pesepak bola tim nasional Indonesia Stefano Lilipaly melakukan latihan resmi dan uji coba lapangan di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, 6 Desember 2016. ANTARA/Widodo S. Jusuf

Pesepak bola tim nasional Indonesia Stefano Lilipaly melakukan latihan resmi dan uji coba lapangan di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, 6 Desember 2016. ANTARA/Widodo S. Jusuf.

TEMPO.CO, JakartaBali United resmi memperkenalkan Stefano Lilipaly sebagai pemain baru dalam bursa transfer tengah musim Liga 1. Klub asal Bali tersebut memberi kontrak jangka panjang untuk pemain keturunan Belanda-Indonesia itu.

"Kontrak 3,5 tahun, karena (Lilipaly) masih produktif. Saya percaya tim dibangun dengan kebersamaan," kata CEO Bali United, Yabes Tanuri, saat jumpa media di restoran Bebek Bengil, Kuta, Minggu, 13 Agustus 2017.

Kehadiran Lilipaly membuat Bali United kini memiliki empat pemain asal Belanda. Tiga di antaranya, yaitu Irfan Bachdim, Sylvano Dominique Comvalius, dan Nick van der Velden.

Baca: Stefano Lilipaly Gabung Bali United, Pelatih Widodo Terkejut

Menurut Yabes, itu semua tidak direncanakan. Lilipaly dan Bachdim adalah pemain keturunan Belanda-Indonesia yang pernah memperkuat tim nasional. "Kami tidak mencari pemain asing lagi. Kami berkomunikasi dengan dia (Lilipaly) untuk ke Indonesia, dia memilih Bali," ujarnya.

Adapun Stefano Lilipaly menyatakan ingin kembali bermain di Indonesia setelah Piala AFF 2016. Menurut dia, sepak bola di Indonesia saat ini cukup baik. "Ada perkembangan dari waktu ke waktu. Saya ingin tinggal di sini (Indonesia)," kata Lilipaly.

Stefano Lilipaly lahir di Arnhem, 10 Januari 1990. Sebelum ke Bali United, Lilipaly memperkuat SC Cambuur. Lilipaly pernah menjadi bagian timnas Belanda U-15 dan U-18. Namun, di tingkat senior, ia memilih untuk memperkuat timnas Indonesia. Bali United adalah klub kedua Lilipaly selama bermain di Liga Indonesia. Pada 2014, Lilipaly pernah memperkuat Persija Jakarta.

BRAM SETIAWAN

 


Grafis

Jalur Larangan Sepeda Motor di Sudirman dan Rasuna Said

Jalur Larangan Sepeda Motor di Sudirman dan Rasuna Said

Ini jalur alternatif menghadapi rencana Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas larangan sepeda motor di jalan Sudirman, Imam Bonjol, dan Rasuna Said.