Bhayangkara FC vs PSM Makassar Tak Disiarkan, Klok: Itu Lelucon

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Evan Dimas Kembali Perkuat Bhayangkara FC

    Evan Dimas Kembali Perkuat Bhayangkara FC

    TEMPO.CO, Bekasi - Gelandang PSM Makassar, Mark Anthony Klok, menilai laga panas yang mempertemukan timnya kontra Bhayangkara FC pada Kamis, 19 Oktober 2017 , seharusnya disiarkan langsung di televisi. Pasalnya laga ini bisa menjadi salah satu laga penentu gelar juara Liga 1.

    "Ini pertandingan besar, tapi tidak disiarkan di televisi, ini adalah sebuah lelucon," kata Klok dalam jumpa pers di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Rabu 18 Oktober 2017.

    Klok mengatakan itu bukan tanpa alasan. Sebab, Bhayangkara FC kini berada di puncak klasemen sementara dengan poin 59, sedangkan PSM Makassar berada di urutan ketiga hanya terpaut empat angka.

    Dia pun memprediksi laga itu akan berjalan ketat karena kedua tim sama-sama mengincar kemenangan demi memperbesar peluang menjuarai Liga 1. "Besok bakal menjadi pertandingan yang ketat," katanya.

    Klok mengaku cukup mempunyai modal untuk melawan The Guardian-julukan-Bhayangkara FC di kandangnya. "Di putaran pertama kami menang, kami ingin mempertahankan," kata dia.

    Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert enggan berkomentar banyak perihal pertandingan besok. Ia justru meminta perangkat pertandingan menjalankan tugasnya dengan baik agar kejadian tewasnya penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda, Ahad lalu tak terjadi lagi.

    "Lapangan dalam kondisi bagus, keadilan ditegakkan, tim yang menang akan saya apresiasi," ujar pelatih asal Belanda itu.

    Setelah laga ini, baik Bhayangkara FC maupun PSM Makassar masih menyisakan sejumlah laga berat. Bhayangkara FC masih harus menghadapi Madura United dan Persija Jakarta sementara PSM Makassar masih harus meladeni Bali United dan Madura United.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.