Manchester United Menang, Lukaku Dipuji Juga Terancam Sanksi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United Romelu Lukaku membawa bola saat bertanding melawan tim Benfica dalam kualifikasi Liga Champion di grup A di stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 31 Oktober 2017. REUTERS

    Pemain Manchester United Romelu Lukaku membawa bola saat bertanding melawan tim Benfica dalam kualifikasi Liga Champion di grup A di stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 31 Oktober 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua wajah berbeda Romelu Lukaku muncul bersamaan saat Manchester United melawan Brighton dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu lalu. Ia dicela dan dipuji dalam laga yang berakhir 1-0 untuk kemenangan United itu.

    Lukaku diberitakan terancam hukuman larangan tiga pertandingan karena di laga itu kepergok menendang bek Brighton, Gaetan Bong. Wasit Neil Swarbrick tak memberi kartu kepada pemain itu, tapi tayangan video yang memuat aksi Lukaku akan disertakan dalam laporan pertandingan.

    Insiden itu terjadi di area penalti Brighton pada babak kedua dan luput dari perhatian wasit. Di dalam video itu Lukaku terlihat dua kali menendang Bong. Jika terbukti, FA bisa mendakwa Lukaku dengan ketentuan perilaku kasar dan menghukumnya tiga pertandingan.

    Lukaku sudah mencetak 12 gol dalam 20 laga sejak pindah dari Everton, tapi hanya satu gol dalam 10 pertandingan terakhirnya. Ia juga mandul saat melawan Brighton dan keunggulan United tercipta dari gol bunuh diri Lewis Dunk.

    Meski begitu, aksi Lukaku justru dipuji pelatih Jose Mourinho. Ia dianggap tampil lebih ngotot daripada pemain United lainnya.

    Salah satu yang disoroti Mourinho adalah saat Lukaku berduel dengan Solomon March demi mendapatkan tendangan penjuru yang justru menjadi awal terciptanya gol Ashley Young, yang membentur kaki pemain lawan.

    Lukaku hanya mencetak satu gol dalam 10 pertandingan terakhir United, tapi Mourinho menegaskan Lukaku telah menawarkan lebih dari sekadar gol. Jadi rekan-rekan satu timnya mesti meneladani kepemimpinan dan kerja keras Lukaku.

    "Pada menit terakhir dia berjuang keras dan berlari ke belakang seperti yang dia lakukan pada menit pertama. Jadi saya kira ini juga soal mentalitas," tutur Mourinho.

    "Cara Romelu memenangi tendangan penjuru untuk menjadi gol, cara Romelu mengakhiri pertandingan dengan melakukan tekel pada posisi bek kiri, itulah mentalitas yang saya inginkan," kata Mourinho dalam laman ESPN. "Bagi saya, dia fantastis. Dia memang tidak mencetak gol. Saya tidak peduli."

    United kini masih tetap di posisi kedua, terpaut delapan poin dari Manchester City.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.