Selasa, 23 Oktober 2018

Gagal Dapat Andik Vermansyah, Pemain Incaran Persib Kian Terbatas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • esepak bola timnas Indonesia Andik Vermansyah berlatih di Lapangan ABC Senayan, kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno,  Jakarta, 12 Januari 2018. ANTARA/Wahyu Puro A

    esepak bola timnas Indonesia Andik Vermansyah berlatih di Lapangan ABC Senayan, kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 12 Januari 2018. ANTARA/Wahyu Puro A

    TEMPO.CO, Bandung - Persib Bandung sempat berusaha mendekati Andik Vermansyah, tapi akhirnya gagal mendapatkannya. Pemain kelahiran Jember, 31 tahun, itu akhirnya resmi memperkuat salah satu klub Liga Super Malaysia, Kedah FA.

    Pelatih kepala Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, mengatakan kegagalan merekrut Andik membuat pemain yang jadi incaran Persib semakin berkurang.

    "Dia (Andik) cari uang, dia mendapat kontrak lebih bagus dari sini, oke tidak masalah dia mau ke Malaysia," ujar Gomez setelah menggelar latihan rutin di lapangan Lodaya, Kota Bandung, Selasa, 13 Februari 2018.

    Sesudah gagal dalam Piala Presiden, Persib mengincar ada delapan pemain. Setelah dua pemain anyar bergabung, yakni Ghozali Siregar dan Muchlis Hadi Ning, pemain incaran Persib tinggal empat lagi. Namun, setelah gagal mendapatkan Andik, pemain yang jadi incaran itu kini tersisa tiga saja.

    "Kita masih menunggu yang lain cuma ada dua atau tiga pemain yang dibawa ke sini seperti Oh Inkyun, Bojan (Malisic), dan yang lainnya masih komunikasi sama manajemen," ujar pelatih berpaspor Argentina itu.

    Gomez mengatakan Maung Bandung—julukan Persib—masih kekurangan pemain. Dia menginginkan sekitar 30 pemain untuk mengarungi kompetisi Liga 1 dan Piala Indonesia 2018. "Kita masih kurang pemain karena ikut dua kejuaraan, kompetisi Liga 1 dan Piala Indonesia," katanya.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.