Sabtu, 26 Mei 2018

Real Madrid Vs Liverpool di Final Liga Champions, Benitez Galau

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool Rafael Benitez mebrikan pengarahan kepada para pemainnya, dalam pertandingan Liga Champions melawan Lyon di Liverpool (21/10). Liverpool kalah 2-1. (AP/Tim Hales)

    Pelatih Liverpool Rafael Benitez mebrikan pengarahan kepada para pemainnya, dalam pertandingan Liga Champions melawan Lyon di Liverpool (21/10). Liverpool kalah 2-1. (AP/Tim Hales)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih kawakan Rafael Benitez tak bisa menentukan pilihan siapa yang akan memenangi Liga Champions tahun ini. Pasalnya, kedua tim yang akan bertemu di laga final—Real Madrid dan Liverpool—sama-sama pernah dia tangani.

    "Saya memiliki rasa hormat kepada Liverpool dan Real Madrid. Yang bisa saya lakukan adalah menunggu dan membiarkan tim terbaik menang," ujarnya saat ditanya mengenai siapa yang akan dia dukung, dalam wawancara dengan media Spanyol, Marca.

    Benitez menyatakan Liverpool merupakan tim yang berjasa besar membawa namanya ke level tertinggi sepak bola Eropa. Bersama dengan The Kop, Benitez pernah dua kali tampil di final Liga Champions pada 2005 dan 2007. Pada 2005 mereka meraih trofi juara setelah menang adu penalti atas AC Milan, tapi pada 2007 AC Milan berhasil menundukkan Liverpool.

    Baca: 5 Hal Menarik dalam Skuad Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2018

    "Liverpool menjadi pintu saya menuju level tertinggi dalam sepak bola dan merupakan rumah saya. Hubungan saya dengan kota dan suporter di sana sangat hebat, saya selalu senang terhadap Liverpool," ujarnya.

    Sementara Real Madrid merupakan tim masa kecil Benitez. Dia merupakan pesepak bola produk akademi Real Madrid meskipun tak pernah mencapai sukses terlalu besar di sana. Dia juga memulai kariernya sebagai pelatih sepak bola bersama dengan tim Real Madrid B.

    Namun kariernya sebagai pelatih tim senior Real Madrid berakhir tragis. Dikontrak pada awal musim 2015-2016, Benitez hanya bertahan setengah musim setelah Real Madrid dianggap tak mampu bersaing dengan Barcelona.

    Baca: Kisah Fagner Dipanggil Gantikan Dani Alves di Timnas Brasil

    "Sejak saya berusia 13 tahun, saya sudah berada di Madrid. Saya mengetahui klub itu dengan sangat baik dan telah melihat bagaimana mereka berubah drastis," katanya.

    "Pada masa terakhir saya di Madrid, mereka yang mengerti suasananya akan tahu alasan mengenai apa yang terjadi. Itu tak seburuk apa yang orang kira, karena semua hal bisa kami selesaikan secara serius dan profesional. Dalam banyak kesempatan, saya memiliki banyak kenangan bagus di Madrid," ucap Benitez.

    Ihwal permainan yang akan terjadi pada 27 Mei mendatang, Benitez menilai final itu akan sangat menarik. Kedua tim, menurut dia, memiliki keunggulan di beberapa hal.

    "Ini akan menjadi laga final yang menarik. Melihat Real Madrid melawan Juventus dan Bayern, Anda akan tersadar bahwa mereka memiliki pengalaman dan kualitas, juga mereka tahu bagaimana menangani pertandingan dalam situasi ekstrem. Itu adalah sebuah keunggulan," ujarnya.

    Baca: Gagal ke Final Piala AFC, Ini Beberapa Catatan Pelatih Persija

    "Liverpool, di sisi lain, bermain dengan intensitas, kualitas, dan kecepatan. Kecepatan ala Liga Inggris jauh lebih superior ketimbang di liga lain seperti yang Anda lihat ketika mereka melawan AS Roma, contohnya."

    Benitez juga mengatakan tak ada yang lebih diunggulkan dalam laga final kali ini. Menurut dia, semua kemungkinan terbuka lebar.

    "Hasil akhirnya sangat terbuka. Kedua tim memiliki kesempatan yang sama untuk menang. Siapa pun yang mencetak gol terlebih dahulu bisa mengubah segalanya karena kedua tim ini sebenarnya memiliki kekuatan seimbang. Semua bisa terjadi," tuturnya.

    Laga final Liga Champions antara Real Madrid dan Liverpool akan berlangsung pada Ahad dinihari, 27 Mei 2018, pukul 01.45 WIB serta disiarkan langsung SCTV dan beIN Sports 1.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.