Senin, 17 Desember 2018

Kiper Rusia, Igor Akinfeev, Pensiun dari Timnas

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Rusia, Igor Akinfeev, melakukan selebrasi setelah berhasil mengalahkan Spanyol lewat adu penalti dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 1 Juli 2018.  REUTERS/Grigory Dukor

    Kiper Rusia, Igor Akinfeev, melakukan selebrasi setelah berhasil mengalahkan Spanyol lewat adu penalti dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskow, Rusia, 1 Juli 2018. REUTERS/Grigory Dukor

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjaga gawang Rusia Igor Akinfeev pensiun dari sepak bola internasional setelah memimpin tim nasional sebagai kapten ke perempat final Piala Dunia 2018 di kandang sendiri.

    Penyelamatan akrobatik pemain CSKA Moscow berusia 32 tahun itu membuat orang banyak terpukau dan membantu Rusia menyelesaikan turnamen terbaik mereka sejak runtuhnya Uni Soviet.

    "Ada permulaan dan penghentian setiap cerita," kata Akinfeev seperti dikutip situs CSKA. "Kisah saya dengan tim nasional juga telah mencapai akhir yang logis."

    Akinfeev meraih 112 caps untuk negaranya sejak debutnya pada 2004 saat berusia 18 tahun, menurut Football Union Rusia. Puncak karier internasionalnya di Piala Dunia tahun ini yang diselenggarakan oleh Rusia.

    "Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk memimpin tim Rusia sebagai kapten di Piala Dunia," atanya. "Sejujurnya aku tidak pernah memimpikannya. Tapi itu terjadi dan mungkin adalah puncak karierku bersama tim nasional."

    Akinfeev memainkan peran kunci dalam membantu timnya mencapai perempat final, di mana mereka kalah 4-3 dari Kroasia dalam adu penalti.

    Dia menyelamatkan dua tendangan penalti, termasuk satu dengan kaki kirinya, untuk membantu Rusia menyingkirkan juara dunia 2010 Spanyol di babak 16 besar.

    Setelah pertandingan, grafiti penjaga gawang muncul di seluruh negeri dan tendangannya menjadi simbol keberhasilan Rusia yang tak terduga di turnamen.

    "Kami tidak memenangkan medali di Piala Dunia, tetapi semua orang melakukan apa yang mereka bisa," kata Akinfeev. "Yang paling penting adalah tidak ada yang acuh tak acuh di antara kita."

    Akinfeev mengaku pergi dengan ketenangan pikiran. "Generasi yang sangat baik dan menjanjikan telah muncul di Rusia. Beberapa orang sudah mengungkapkan diri mereka untuk menjadi pemimpin nyata di Piala Dunia ini."


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".