Proyek Stadion Persija Terganjal DPR, Jakpro Tak Ambil Pusing

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dari Badan Pertanahan Nasional didampingi sejumlah aparat keamanan melakukan pengukuran tanah di Taman BMW di Sunter, Jakarta, (5/12). Pemprov DKI Jakarta berencana akan membangun Stadion berstandar internasional. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Petugas dari Badan Pertanahan Nasional didampingi sejumlah aparat keamanan melakukan pengukuran tanah di Taman BMW di Sunter, Jakarta, (5/12). Pemprov DKI Jakarta berencana akan membangun Stadion berstandar internasional. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tidak mempermasalahkan jika proyek Stadion Persija Jakarta tidak mereka pegang. DPRD DKI Jakarta tak menyetujui jika stadion tersebut dipegang langsung oleh mereka.

    "Tadi malam DPRD inginnya proyek stadion ini dikasih ke Dinas Olahraga dan Pemuda DKI, yang jelas proyek inginnya diserahkan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saja. Kalau kami tidak ada masalah apapun keputusannya," ujar Sekretaris PT Jakpro, Hani Sumarno di Jakarta, Selasa, 20 November 2018.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan agar pembangunan serta pengelolaan stadion yang lebih dikenal sebagai Stadion Taman Bersih, Manusiawi dan Berwibawa (BMW) itu dibawah naungan Jakpro. Namun, DPRD tak menyetujui hal itu karena masalah pengembalian penyertaan modal daerah (PMD) dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp650 miliar yang belum terserap oleh BUMD tersebut.

    Awalnya dana tersebut akan dipakai untuk mengakusisi 49 persen saham PT Astratel Nusantara di PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) pada 2013 silam, namun tak jadi dipakai dan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek lain.

    Jakpro mengaku keputusan itu belum paripurna, tapi DPRD dalam rapat pada Senin kemarin menginginkan proyek dipegang SKPD DKI.

    "Belum paripurna, cuma arahnya memang ke sana tapi intinya Jakpro tidak dibahas untuk terima proyek itu, tapi lebih mendesak Dispora DKI. SKPD memang domainnya di olahraga," tegas Hani.

    Disinggung mengenai persiapan proyek Stadion BMW yang tinggal dieksekusi namun sepertinya tidak akan diteruskan, Hani mengatakan itu hal biasa dan sudah ada mitigasi perusahaan terhadap kemungkinan kerugian.

    "Kalau harus mengembalikan dana Rp 650 miliar itu kami siap," tambahnya lagi.

    Anies sendiri awalnya mengusulkan pembangunan serta pengelolaan Stadion BMW berada di bawah Jakpro agar pengelolaannya tidak seperti Gelanggang Olahraga (GOR) sebelumnya.

    Menurut Anies, Stadion BMW nantinya harus menjadi salah satu ikon DKI yang dikelola secara bisnis yang baik, karena itu pengelolanya harus berasal dari entitas bisnis. Selanjutnya stadion BMW tersebut bisa dimanfaatkan untuk sarana sepak bola dan lainnya.

    Mengenai DPRD yang masih belum setuju anggaran PMD yang akan diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Anies tidak berkomentar banyak.

    "Saya harap warga Jakarta melihat, lihatlah kerja yang kami lakukan. Kami berharap wakil-wakil rakyat mendukung yang menjadi kebutuhan rakyat," kata Anies.

    Persija Jakarta memang terus terkatung-katung karena tak memiliki markas tetap sejak dibongkarnya Stadion Lebak Bulus. Pada awal musim ini mereka sempat bermarkas di Stadion Gelora Bung Karno namun tersingkir karena stadion tersebut digunakan untuk sejumlah even internasional.

    Selama enam bulan terakhir, Persija berkandang di berbagai Stadion mulai dari Stadion Patriot Chandabhaga, Bekasi, hingga Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta. Persija baru akan berlaga di Sitadion GBK, Jakarta, lagi pada hari ini saat menghadapi Persela Lamongan pada lanjutan Liga 1.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.