Rafinha Bantah Pernyataan Ayahnya Soal Hengkang dari Barcelona

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Rafinha, melepaskan tendangannya ke gawang Rayo Vallecano saat bertanding dalam Liga Spanyol di Campo de Futbol de Vallecas, Madrid, Spanyol, Sabtu, 3 November 2018. REUTERS/Javier Barbancho.

    Pemain Barcelona, Rafinha, melepaskan tendangannya ke gawang Rayo Vallecano saat bertanding dalam Liga Spanyol di Campo de Futbol de Vallecas, Madrid, Spanyol, Sabtu, 3 November 2018. REUTERS/Javier Barbancho.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Barcelona, Rafinha Alcantara, membantah pernyataan ayah sekaligus agennya, Marzinho, soal dia akan meninggalkan klub itu pada bursa transfer Januari. Dia menyatakan akan pernyataan sang ayah salah.

    Rafinha membantah bahwa dirinya memiliki masalah dengan Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, seperti yang diungkap Marzinho. Dia meyakini bahwa Valverde memiliki alasan untuk memainkan atau tidak memainkannya pada suatu laga.

    "Jika saya tak bermain, saya akan menjadi pemain pertama yang hadir di tempat latihan dan berlari lebih kencang di hari berikutnya," ujarnya dalam wawancara dengan media Spanyol, Marca.

    "Itu nilai yang diajarkan oleh ayah saya. Saya kita komentar yang dia katakan beberapa waktu lalu tidak benar. Saya hanya harus memacu diri saya sendiri lebih baik lagi," lanjutnya.

    Dia juga membantah kabar adanya kemungkinan dia akan kembali ke Liga Italia bersama Inter Milan. Musim lalu, Rafinha sempat dipinjamkan Barcelona ke Inter Milan pasca mengalami cedera panjang.

    "Saya adalah pemain Barelona dan saya sepenuhnya berkomitmen kepada klub ini," kata dia.

    Sebelumnya Marzinho menyatakan kekesalannya kepada Ernesto Valverde. Dia menyatakan tak paham dengan alasan Valverde tak menyertakan Rafinha saat Barcelona tumbang dari Real Betis dua pekan lalu.

    Padahal, dalam tiga laga sebelumnya Rafinha selalu tampil apik dan membawa kemenangan bagi Barcelona. Karena itu, dia menyatakan bahwa sang anak akan hengkang ke klub lain pada bursa transfer Januari mendatang.

    MARCA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.