Piala Presiden: Hyun-goo Main sambil Tunggu Proses Naturalisasi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yoo Hyun-goo, membela Kalteng Putra di Piala Presiden 2019, sambil menunggu proses naturalisasinya di Indonesia (pssi.org).

    Yoo Hyun-goo, membela Kalteng Putra di Piala Presiden 2019, sambil menunggu proses naturalisasinya di Indonesia (pssi.org).

    TEMPO.CO, Jakarta - Di sela-sela persiapan Kalteng Putra menghadapi laga pertama penyisihan Grup C Piala Presiden 2019, Yoo Hyun-goo terus memantau perkembangan proses naturalisasi warga negara Indonesia yang tengah diurus.

    Gelandang asal Korea Selatan itu berharap proses tersebut segera rampung dalam waktu dekat.

    Hyun-goo sudah mengajukan proses perpindahan kewarganegaraan sejak membela Sriwiijaya FC tahun lalu.

    Meski sudah berpindah klub, keinginan pesepak bola berusia 36 tahun itu tak berubah. Ia tak sabar untuk menjadi bagian dari negara ini setelah tinggal hampir sembilan tahun di Indonesia.

    "Proses natularisasi masih diurus. Semoga bisa cepat selesai. Namun fokus saya saat ini lebih ke pertandingan Piala Presiden dulu,'' kata pemain yang sudah lancar berbahasa Indonesia tersebut.

    Mengenai kiprah timnya di Piala Presiden 2019, ia yakin Laskar Isen Mulang, julukan Kalteng Putra, bakal membuat kejutan. Sebab, ada beberapa pemain bintang yang direkrut musim ini dan ditambah pemain asing baru.

    "Persiapan kami bagus untuk pramusim ini. Namun ada masalah sedikit karena pemain asing lain baru bergabung seminggu. Hal ini membutuhkan adaptasi dulu. Mudah-mudahan lebih bagus, berkembang, dan dapat tiga poin,'' ucap eks pemain Semen Padang itu.

    Pada laga perdananya, Laskar Isen Mulang bertemu melawan PSM Makassar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Rabu sore ini, 6 Maret 2019.

    PSSI.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.