Timnas: Greg Nwokolo, Naturalisasi, Apa Kabar Ujung Tombak Lokal?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Timnas senior Greg Nwokolo (kanan) menyiramkan tepung pada rekan setimnya Victor Igbonevo usai latihan pemusatan di lapangan Agrokusuma Batu, Jawa Timur, Kamis (10/10). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pesepak bola Timnas senior Greg Nwokolo (kanan) menyiramkan tepung pada rekan setimnya Victor Igbonevo usai latihan pemusatan di lapangan Agrokusuma Batu, Jawa Timur, Kamis (10/10). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah lama tidak melihat penyerang tengah lokal di tim nasional senior Indonesia atau Timnas setelah era Bambang Pamungkas. Setelah itu ada, antara lain, Lerby Eliandry Pong Babu. Tapi, era penyerang Pusamania Borneo FC berusia 27 tahun ini tak selama Bepe di timnas. Setelah membela Timnas U-23 dan Timnas Senior pada 2016, nama pemain yang mengingatkan pada pemain legendaris Denmark, Soren Lerby, itu tak lagi terdengar di skuad senior Tim Garuda Merah Putih.

    Tentu saja, pemain naturalisasi kini seperti sudah menjadi sebuah keniscayaan di tim nasional manapun. Mereka juga sama kuatnya rasa nasionalismenya seperti yang terlihat pada diri Greg Nwokolo, yang sukses mencetak salah satu dari gol kemenangan melawan Myanmar pada uji coba internasional (FIFA Match Day) di Stadion Mandalar Thiri, Myanmar, Senin, 25 Maret 2019.

    Di situs pssi.org, disebutkan pemain naturalisasi asal Nigeria ini kembali masuk timnas Indonesia setelah terakhir kalinya pada 2014. .

    "Saya senang, kami meraih kemenangan atas Myanmar. Pertandingan yang menarik, saling serang dan antraktif. Persiapan kami lakukan dengan baik, maka dari itu kami meraih kemenangan," kata Greg Nwokolo.

    "Gol saya persembahkan untuk instri dan anak saya yang masih ada di dalam perut istri saya. Selain itu untuk semua yang selalu mendukung kami. Kami akan terus memberikan penampilan terbaik untuk Timnas Indonesia," penyerang kelahiran Onitsha, Nigeria, 33 tahun lalu itu menambahkan.

    Pada laga ini Greg bermain sejak menit awal sebelum digantikan penyerang naturalisasi lainnya, Ilija Spasojevic, pada babak kedua. Spaso pun mencetak gol kedua di laga ini. Selain itu, laga ini menjadi debut pertama pelatih asal Skotlandia, Simon McMenemy, sejak resmi melatih Indonesia Januari lalu.

    Simon McMenemy memakai pola 3-4-3. Di antara trio lini Greg Nwokolo, Stefano Lilipaly, dan Riko Simanjuntak, hanya  Simanjuntak yang berasal dari produk lokal.

    Dengan formasi pemain starter yang diturunkan McMenemy, yaitu Andritany Ardhiyasa; Hansamu Yama, Manahati Lestusen, Yanto Basna; Yustinus Pae, Evan Dimas, Rizky Pellu, Ruben Sanadi; Riko Simanjuntak, Stefano Lilipaly, dan Greg Nwokolo, pemain lokal memang masih menjadi tulang punggung.

    Tapi, di lini ujung tombak serangan, memang sudah lama tak ada lagi “Lerby Eliandry Pong Babu” yang lain. Pada final Piala AFF 2012, ada penyerang naturalisasi, Cristian Gonzales dan Asian Games 2018, giliran hadir Alberto Goncalves.

    Mungkin ini gambaran para penyerang tengah lokal sudah susah mendapat tempat alias kalah bersaing di Liga Indonesia sehingga kian langka ada yang bisa menjadi sebesar Bepe di Timnas Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.