Solskjaer, Pemberi Harapan Palsu di Manchester United?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ole Gunnar Solskjaer memeluk pemain Manchester United, Paul Pogba dalam laga antara Manchester United melawan Chelsea pada 18 Februari 2019. Solskjaer pun memboyong keluarganya dari Norwegia ke Inggris menyusul ditetapkan sebagai pelatih tetap Manchester United. REUTERS

    Ole Gunnar Solskjaer memeluk pemain Manchester United, Paul Pogba dalam laga antara Manchester United melawan Chelsea pada 18 Februari 2019. Solskjaer pun memboyong keluarganya dari Norwegia ke Inggris menyusul ditetapkan sebagai pelatih tetap Manchester United. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ole Gunnar Solskjaer justru memberi kekalahan buat Manchester United begitu ditetapkan sebagai manajer penuh, yaitu 1-2 melawan Wolverhampton, Rabu 3 April lalu.

    Manchester United juga kian terpaku di urutan keenam memasuki enam pertandingan terakhir Liga Primer Inggris musim ini. Tiket untuk kualifikasi Liga Champions atau Liga Europa menjauh. Bandingkan dengan kondisi ketika Solskjaer masih menjadi manajer sementara.

    Dan, dinihari nanti, Kamis 11 April 2019, Manchester United menjamu tim raksasa Liga Champions, Barcelona, pada pertemuan pertama babak perempat final kejuaraan antarklub Eropa.

    Lulusan Manchester United, bek Barcelona, Gerard Pique, memuji penguasa Old Trafford, tempat yang diakrabinya pada usia 17 tahun dalam 2004. “Mereka akan selalu menjadi terbesar di Inggris. Semua tim besar selalu melewati masa buruk dan baik dan ada periode transisi,” kata Pique.

    Tapi, apakah Solskjaer sudah membawa Manchester United melewati masa transisi itu pada dinihari nanti, dengan mengulang keajaibannya pada 16 besar melawan Paris Saint-Germain? Hal itu akan menjadi ujian kenaikan kelas buat mereka melawan tim yang jauh lebih hebat dari PSG, yaitu Barcelona didukung pemain dari “planet lain” Lionel Messi.

    Solskjaer mengatakan para pemain Manchester harus lebih sabar dan bijak menghadapi Barcelona. “Kami belajar dari pertandingan melawan PSG, bagaimana beberapa pemain terjebak untuk membuat pelanggaran. Anda harus lebih sabar dalam melakukan tackle. Ini sepak bola Eropa,” katanya.

    Solskjaer dan para pemain Manchester United memang harus lebih sabar dan cermat dinihari nanti. Pasalnya, dalam perhitungan di atas kertas, hanya inilah satu-satu jalan untuk tampil lagi di Liga Champions musim depan, yaitu menumbangkan Barcelona dan juara.

    Sebab, di klasemen liga domestik, Tottenham, Chelsea, dan Arsenal kini membuat Manchester United makin kewalahan untuk bisa kembali ke empat besar.

    Ole Gunnar Solskjaer beberapa waktu lalu juga mulai berbicara soal model pemain idealnya setelah kalah dan menyinggung soal bursa transfer musim depan. Ia tak lagi bertahan dengan menyemangati para pemain yang ada saat ini di Manchester United.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.