Lengkapi Syarat Liga 1 2019, Persija Tes Kesehatan di Rumah Sakit

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Pesepakbola Persija Jakarta berfoto sebelum melawan Becamex Binh Duong dalam babak fase grup G AFC Cup 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 26 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah Pesepakbola Persija Jakarta berfoto sebelum melawan Becamex Binh Duong dalam babak fase grup G AFC Cup 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 26 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Skuad Persija Jakarta menjalani pre-competition medical assessment di Rumah Sakit Premier, Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa, 16 April 2019. Pemeriksaan medis ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pemain Macan Kemayoran sebagai syarat sebelum mengarungi kompetisi Liga 1 2019. Mereka juga akan tampil pada babak delapan besar Piala Indonesia, akhir April ini.

    Dokter Tim Persija, Donny Kurniawan, menilai pemeriksaan medis sendiri bermanfaat sangat baik sebelum pemain itu mengarungi kompetisi Liga 1 2019. Apalagi musim ini diprediksi akan berjalan padat karena kompetisi baru start pada awal Mei.

    “Jadi proses ini sebagai salah satu syarat utama untuk mendaftarkan pemain di Liga. Tentunya ini sangat baik sekali untuk mengetahu kondisi atlet apakah mereka memiliki riwayat penyakit yang sudah lampau atau keturunan dari keluarga. Di sini kita menjaga keselamatan mereka,” ujar Donny.

    Lebih lanjut Donny menjelaskan pemeriksaan medis ini dilakukan sesuai standar badan sepak bola dunia, FIFA. Pemeriksaan dimulai dari observasi di Ruang Observasi Intensif (ROI) dilanjutkan dengan pemeriksaan rekam jantung, paru, syaraf, dan penyakit dalam. Pemain juga menjalani pemeriksaan radiologi untuk mengetahui adakah kelainan otot, tulang dan ligamen.

    Donny menambahkan kesehatan para pemain sangat penting mengingat pada sebuah kompetisi yang ketat, seorang pemain dituntut untuk selalu bugar agar bisa maksimal dalam setiap pertandingan.

    “Sekali lagi fungsinya untuk meyakinkan kalau sang atlet dalam kondisi yang bagus dalam mengarungi kompetisi Liga 1 2019,” tegasnya.

    PERSIJA.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.