Atletico Madrid Terancam Kehilangan Setengah Lusin Pemainnya

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, melakukan selebrasi yang kontroversial saat timnya mengalahkan Juventus 2-0 di babak 16 besar Liga Champions, Kamis dinihari WIB, 21 Februari 2019. (marca.com)

    Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, melakukan selebrasi yang kontroversial saat timnya mengalahkan Juventus 2-0 di babak 16 besar Liga Champions, Kamis dinihari WIB, 21 Februari 2019. (marca.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Atletico Madrid, Diego Simeone, terancam kehilangan setengah lusin pemainnya musim ini. Mereka antara lain, pemain bertahan Diego Godin, Filipe Luis, Juanfran dan Lucas Hernandez.

    Sebelumnya, Antoine Griezmann memutuskan meninggalkan Atletico pada akhir Juni, adapun Rodrigo kemungkinan akan merapat ke Manchester City. Sedangkan Saul Niguez dan Thomas Partey menyusul kepergian mereka untuk bergabung ke klub baru.

    Meskipun Simeone dianggap sebagai arstiek Atletico Madrid terhebat saat ini, namun dia berhadapan dengan masalah terberat baginya yakni harus membangun kembali tim kuat setelah para pemain jempolannya hengkang.

    Baca: Atletico Madrid Umumkan Antoine Griezmann Hengkang, ke Barcelona?

    Persoalan yang paling menyesakkan dada Simeone adalah mundurnya hampir seluruh pilar belakang Atletico. Juanfran, Godin, Jose Gimenez, Lucas, Filipe Luis, Stefan Savic dan Santiago Arias dianggap palang pintu terkuat La Liga selama musim ini.

    "Empat di antara mereka akan meninggalkan klub, sedangkan tiga lainnya sudah hengkang, hanya Gimenez yang bertahan berkat bujuk rayu Simeone," tulis Daily Mail, Jumat 24 Mei 2019.

    Arias dan Savic kemungkinan bisa pergi jika harga yang ditawarkan klub baru sesuai dengan keinginannya, tetapi keduanya hingga saat ini tetap tinggal di Atletico sesuai dengan opsi yang diberikan oleh Simeone.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.