Sepak Bola: Legenda PSMS, Tumpak Uli Sihite, Meninggal Dunia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu ucapan selamat jalan buat Tumpak Uli Sihite. (instagram/@bolahita)

    Salah satu ucapan selamat jalan buat Tumpak Uli Sihite. (instagram/@bolahita)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu insan sepak bola nasional, Tumpak Uli Sihite, yang juga seorang legenda PSMS Medan dan asisten pelatih Timnas Indonesia pada SEA Games 1997, meninggal dunia. Ia berpulang dalam usia 77 tahun di Jakarta, Kamis, 20 Juni 2019.

    Tumpak merupakan legenda tim Ayam Kinantan yang berdomisili di Jakarta. Kariernya sebagai pemain sangat bisa dibanggakan. Ia adalah anggota Timnas Indonesia yang menjuarai Piala Asia Junior 1961 (saat ini menjadi Piala AFC U-19).

    Tumpak yang akrab dengan panggilan Bang Tus pernah membawa PSMS berjaya pada awal 1970-an. Dirinya pernah meraih gelar Perserikatan pada musim 1969-71 dan Suharto Cup 1972 yang digelar pada 11-18 Desember 1972.

    Saat itu, PSMS bertarung di Suharto Cup 1972 dengan penghuni empat besar Perserikatan 1969-71 seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar.

    Tumpak membantu PSMS memenangi dua laga awal kala bertemu Persija (1-0) dan PSM (3-2). Pada partai terakhir, hasil imbang melawan Persebaya sudah cukup untuk menempatkan PSMS di posisi puncak dengan lima poin.

    Usai pensiun pada 1973, ia melanjutkan kiprahnya di dunia sepak bola dengan menjadi pelatih. Ia tercatat telah menangani beberapa tim besar di Indonesia seperti PSDS Deli Serdang, PSPS Pekanbaru, PKT Bontang, PS Batam, dan Persipura Jayapura.

    Ia juga pernah menjadi asisten Henk Wullems untuk Timnas Indonesia di ajang SEA Games 1997. Tim Garuda merengkuh medali perak usai gagal mengalahkan Thailand di babak adu penalti. Laga itu berakhir dengan skor 1-1 (2-4).

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.