Cerita Egy Maulana Vikri Kejar Ketertinggalan di Lechia Gdansk

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Lechia Gdansk asal Indonesia, Egy Maulana Vikri. (lechia.pl)

    Pemain Lechia Gdansk asal Indonesia, Egy Maulana Vikri. (lechia.pl)

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski masih menemui sejumlah kendala, Egy Maulana Vikri sudah punya cara tersendiri untuk menikmati hidup di Polandia. Itu jadi bekal penting karena ia akan terus berkompetisi di Liga Polandia bersama Lechia Gdansk hingga 2021.

    Meski sudah setahun membela klub tersebut, Egy mengaku masih menemui beberapa kendala, salah satunya masalah fisik.

    Baca: Cerita Egy Maulana Vikri Merayakan Ulang Tahun Ke-19

    "Setahun yang lalu, ketika saya datang ke Polandia, saya jelas sangat tertinggal dari yang lain dari segi fisik. Saya tahu betul bahwa tubuh saya tidak memungkinkan saya untuk bermain, namun saya mulai mengejar ketertinggalan itu," ujar Egy seperti dilansir dari Sportowefakty.

    Selain soal fisik, pemain berusia 19 tahun itu juga masih belum fasih berbahasa Polandia. "Ketika saya datang ke sini, saya tidak tahu apa-apa tentang Polandia. Meski mulai mengerti, bahasa Polandia masih sulit untuk dipahami," ujarnya.

    Meski demikian, Egy Maulana Vikri tidak mau berhenti belajar. Kini Egy sudah bisa memahami soal kata-kata tentang dunia sepak bola yang sering digunakan di sana. Pemain Timnas Indonesia itu juga mengaku sudah bisa memesan makanan di restoran Polandia.

    "Ketika saya memiliki waktu luang di Polansida, saya akan sering menelepon orang tua dan kolega. Saya juga bermain game komputer atau pergi ke restoran Asia di Sopot," kata Egy.

    Dengan berbagai kendaraan itu, Egy mulai bisa menikmati hidupnya di Polandia. "Saya suka kehidupan di sini," kata dia.

    Egy Maulana Vikri yang musim lalu terpinggirkan di Lechia Gdansk, musim ini mulai mendapat kesempatan. Ia sudah beberapa kali tampil sebagai pilihan utama dalam laga pramusim klub Polandia itu.

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.