Kuasai Klasemen Liga 2, Sriwijaya FC Tak Jumawa Hadapi Persita

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sriwijaya FC. (instagram/@sriwijayafc.id)

    Sriwijaya FC. (instagram/@sriwijayafc.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Konsistensi penampilan Sriwijaya FC di Liga 2 akan mendapat ujian pada laga melawan Persita Tangerang, Kamis, 12 September 2019. Dalam lima pertandingan terakhir di wilayah Barat, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini belum merasakan kekalahan.

    Tercatat, Sriwijaya FC meraih empat kemenangan dan sekali seri. Hasilnya, tim asuhan Kas Hartadi ini kokoh di puncak klasemen Liga 2 dengan meraih 31 poin dari 15 laga.

    Pertemuan dengan Persita bisa menjadi ajang balas dendam. Sebab di laga pertama, Sriwijaya menelan kekalahan dari Persita. Tim asuhan Widodo Cahyono Putro ini menang 2-0 saat bermain di kandang Sriwijaya, 13 Juli 2019.

    Pelatih Kas Hartadi meminta para pemain tidak jumawa atas hasil lima laga terakhir. Ia berharap tim bisa mempertahankan penampilan seperti saat menahan imbang PSCS Cilacap 1-1, kemarin. "Para pemain bermain sangat bagus dan tidak mudah terprovokasi dengan ulah pemain muda PSCS," ucap Hartadi, Senin, 9 September 2019.

    Selain itu, pelatih juga meminta pemain agar bersabar mencari celah saat membangun serangan. Menurut dia, strategi itu merupakan salah satu kunci kemenangan Sriwijaya FC. “Kami akan bersiap lebih baik lagi dengan tetap memperhatikan kelemahan-kelemahan yang ada,” ujar dia.

    Selain Persita melawan Sriwijaya, ada empat pertandingan lainnya di Liga 2 Indonesia pada Kamis, 12 September 2019. Empat pertandingan lainnya, ialah Blitar United melawan Babel United, Persibat Batang bertemu Perserang Serang, PSMS Medan menjamu PSCS Cilacap, dan PSPS Riau menghadapi Cilegon United.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.