WAGs: Istri Granit Xhaka, Leonita, Melahirkan Bayi Perempuan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Granit Xhaka dan istrinya Leonita. Instagram/@granitxhaka

    Granit Xhaka dan istrinya Leonita. Instagram/@granitxhaka

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapten Arsenal, Granit Xhaka, memilih cara unik untuk mengumumkan kelahiran anak pertamanya. Dia mengunggah foto yang menunjukkan tangannya, tangan istrinya Leonita dan tangan bayi perempuan mereka dengan warna hitam-putih ke akun Instagram-nya.

    Granit, 26 tahun dan Leonita, 26 tahun, bertunangan pada Juni 2016. Keduanya menikah pada Juli 2017.

    Pemain Timnas Swiss, 26 tahun, ini sebelumnya sering mengunggah foto ia bersama istrinya yang sedang hamil. Ada beberapa pose, salah satunya momen Granit mencium perut Leonita ketika di kolam renang.

    Unggahan foto Granit dan istrinya yang hamil besar di akun Instagram pemain Arsenal pada Mei lalu disukai oleh 180.000 netizen.

    "Mommy and Daddy menunggumu," tulis Granit yang ditujukan untuk rekan-rekannya di Arsenal.

    Granit bertemu dengan Leonita, 26 tahun, saat masih bermain untuk klub Bundesliga Jerman, Borussia Monchengladbach. Seperti Granit, Leonita juga berasal dari keluarga Kosovo-Albania yang bekerja di klub Jerman.

    Leonita menghabiskan masa kecilnya di Pristina, ibu kota Kosovo, sebelum keluarganya pindah ke Ruhr, Jerman.

    Ketika Granit bergabung dengan Arsenal pada 2016 dengan nilai transfer 30 juta pound sterling, Leonita ikut pindah ke London, Inggris.

    Granit Xhaka diperkirakan bakal absen saat Timnas Swiss menjalani pertandingan internasional ke Denmark pada Sabtu nanti dan ke Republik Irlandia pada Selasa mendatang. Sementara itu, pertandingan Arsenal berikutnya melawan Sheffield United di Bramall Lane, dua pekan lagi.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?