Pemilihan Ketua Umum PSSI akan Diawasi Delegasi FIFA dan AFC

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. (pssi.org)

    Logo PSSI. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Delegasi badan sepak bola dunia, FIFA, dan badan sepak bola Asia, AFC, akan hadir pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 2 November 2019.

    Kehadiran delegasi FIFA dan AFC untuk memantau dan mengawasi langsung jalannya KLB dengan agenda pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif PSSI.

    Dalam surat elektronik FIFA tertanggal 17 Oktober 2019 disebutkan, dua delegasi FIFA yang akan hadir, yakni Head of Member Association Governance Service, Luca Nicola, dan Development Manager Southeast and East Asia, Lavin Vignesh.

    Sedangkan dari AFC berdasarkan surat Sekretaris Jenderal AFC Dato Windsor John, ada tiga delegasi AFC yang akan hadir pada KLB PSSI. Ketiga delegasi tersebut, yakni Head of South Asia Unit AFC Member Association and Regional Associations Departemen, Purushottam Kattel, Manager of Asean Unit AFC Member Association and Regional Associations Departement, Nhodkeo Phawadee, dan Secretary of AFC Member Association and Regional Associations Departement, Varankumar Sagaran.

    Dengan kehadiran delegasi FIFA dan AFC, maka secara legitimasi KLB PSSI 2019 cukup kuat. “Kita tentu berharap acara KLB PSSI bisa berjalan dengan lancar dan tertib serta menghasilkan output yang positif untuk sepak bola Indonesia ke depan.” kata Sekrtaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.

    Adapun dari tahapan proses pemilihan ketua umum, wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif PSSI, saat ini sudah memasuki tahap pengumuman hasil banding. Selanjutnya, KP/KB akan mengumumkan daftar calon tetap pada tanggal 23 Oktober 2019. Adapun, periode masa kampanye diberikan kesempatan pada 24-31 Oktober 2019.

    PSSI.ORG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.