Bhayangkara FC vs Semen Padang FC, Almeida Bicara Target Tim

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida. (liga-indonesia.id)

    Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida, menyatakan laga melawan Bhayangkara FC dalam lanjutan Liga 1 2019 merupakan pertandingan sulit. Namun ia meminta anak-anak asuhnya untuk tidak kehilangan poin terus-menerus agar bisa keluar dari zona degradasi.

    "Salah satu target kami mengumpulkan poin dalam pertandingan ini. Kami tidak boleh lagi kehilangan poin. Jadi target besok adalah mengumpulkan poin meski kami tahu besok pertandingan yang sulit," ujar Almeida dalam sesi konferensi pers pralaga di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat, 1 November 2019.

    Datang ke markas Bhayangkara, pasukan Kabau Sirah datang dengan kekuatan pincang. Dua pemain asing andalan, Dany Karl Max dan Vanderlei Fransisco, absen akibat hukuman akumulasi kartu.

    Irsyad Maulana dan Vendry Mofu juga kondisinya masih dalam pemantauan akibat mengalami cedera. Meski terancam tak diperkuat pemain inti, Almeida yakin pemain pengganti memiliki kualitas yang sama.

    "Kami akan memberikan yang terbaik, kami percaya pada pemain lain, kami percaya kami bisa bermain bagus dan memenangkan pertandingan," kata dia.

    Menurut dia, Semen Padang dalam kondisi memerlukan motivasi dan dukungan agar bisa keluar dari zona degradasi. Saat ini posisi mereka berada di dasar klasemen dengan 22 poin dari 25 kali bertanding.

    Apabila memenangkan pertandingan, Kabau Sirah akan menggeser PSIS Semarang di posisi 14 unggul agregat gol.

    "Kita tahu akan sangat sulit bagi kami mengumpulkan poin di sini. Kami harus punya motivasi lebih untuk bisa mencuri poin, harus bertarung habis-habisan demi poin," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.