Tottenham Lumat Burnley 5-0, Mourinho: Tampilan Luar Biasa

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho. Reuters

    Jose Mourinho. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Tottenham Hotspur Jose Mourinho memuji penampilan para pemainnya yang disebutnya komplet saat melumat Burnley 5-0 dalam lanjutan Liga Inggris di London, Sabtu.

    "Sejak menit pertama Anda bisa melihat dan merasakan bahwa para pemain terlihat luar biasa," kata Mourinho saat diwawancarai Spurs TV.

    "Sungguh tidak ada yang biasa saya katakan, Anda bisa melihatnya sendiri. Ini penampilan yang luar biasa dan komplet," ujarnya menambahkan.

    Baru sembilan menit pertandingan berjalan Tottenham sudah unggul 2-0 berkat gol Harry Kane dan Lucas Moura.

    Setelah itu laga diwarnai gol luar biasa dari Son Heung-min yang menggiring bola dari tepian kotak penalti Tottenham melewati hampir semua pemain Burnley sebelum memperdaya kiper Nick Pope pada menit ke-32.

    Kane lantas mencetak gol keduanya pada babak kedua dan Moussa Sissoko melengkapi kemenangan Tottenham menjadi 5-0.

    Hasil itu sekaligus menandai torehan clean sheet alias tanpa kebobolan pertama Tottenham semenjak Mourinho datang menggantikan Mauricio Pochettino.

    "Saya sangat senang atas clean sheet ini. Saat turun minum saya bilang ke pemain bahwa clean sheet harus jadi ambisi bersama sebuah tim, bukan hanya kiper dan bek saja," kata Mourinho.

    "Lucas Moura misalnya, salah satu pemain paling jauh dari gawang kami sendiri, memperlihatkan komitmen yang luar biasa membantu pertahanan," pungkasnya.

    Kemenangan atas Burnley membuat Tottenham menempati posisi keenam klasemen dengan 23 poin sekaligus menjadi respon positif dari kekalahan perdana mereka di bawah kepelatihan Mourinho dalam lawatan ke Old Trafford di laga sebelumnya.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?