Atletico Madrid Incar Edinson Cavani dan Nemanja Matic

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Edinson Cavani. REUTERS/Stoyan Nenov

    Edinson Cavani. REUTERS/Stoyan Nenov

    TEMPO.CO, Jakarta - Atletico Madrid sepertinya belum lelah berbelanja pemain. Pada jendela transfer musim panas lalu, Atletico jorjoran berbelanja tujuh pemain anyar.

    Jika dijumlah, klub berjulukan Los Rojiblancos sudah menghamburkan duit 243,5 juta euro atau sekitar Rp 3,7 triliun. Pemain termahal yang mereka beli adalah gelandang serang belia Joao Felix dari Benfica dengan harga 126 juta euro atau sekitar Rp 1,95 triliun.

    Walhasil, Atletico bertengger di posisi ketiga klub paling boros pada bursa transfer musim panas 2019. Atletico mengekor Real Madrid dan Barcelona, yang masing-masing membelanjakan duit 307,5 juta euro atau sekitar Rp 4,7 triliun dan 255 juta euro atau sekitar Rp 3,95 triliun.

    Namun tambahan pemain anyar berbanding terbalik dengan capaian Atletico di La Liga. Mereka sempat keteteran di luar posisi empat besar.

    Rentetan hasil imbang jadi musababnya. Hingga pekan ke-18, Los Colchoneros berada di posisi keempat dengan raihan 32 angka, hasil dari delapan kemenangan, delapan kali seri, dan dua kali kalah.

    Manajer Atletico, Diego Simeone, rupanya belum puas akan penampilan lini depannya. Buktinya, sejauh ini Atletico baru bikin 20 gol. Atau jika dirata-rata, Atletico hanya sanggup bikin satu gol per laga.

    Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone, melakukan selebrasi setelah usainya pertandingan melawan Bayern Munchen pada leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena, 4 Mei 2016. Reuters / Michaela Rehle

    Sejauh ini, Alvaro Morata menjadi penyerang paling tajam di Wanda Metropolitano dengan torehan tujuh gol. Sedangkan Angel Correa, Diego Costa, Vitolo, dan Felix masing-masing bikin dua gol.

    "Kami sebenarnya tim hebat. Hanya, kurang tajamnya lini depan jadi masalah tersendiri untuk kami. Kami harus mencetak lebih banyak gol lagi," kata pelatih berusia 49 tahun itu.

    Sejumlah media Inggris dan Italia menyebutkan Atletico mengincar Edinson Cavani sebagai solusi jangka pendek atas krisis lini depan mereka. Kebetulan, Cavani sudah tak nyaman memakai seragam Paris Saint-Germain.

    Pemain berusia 32 tahun itu hanya tampil delapan kali dalam 19 pekan laga Ligue 1 musim ini. Cedera otot paha jadi akar masalahnya.

    Selain itu, Cavani dan PSG mengalami jalan buntu dalam pembahasan perpanjangan kontrak. Kontrak Cavani di Parc des Prince akan habis pada Juni 2020.

    Transfer Cavani ke Atletico pada bursa transfer Januari 2020 bisa jadi win-win solution untuk semua pihak. Pemain berkebangsaan Uruguay itu bisa pindah ke klub anyar. Atletico dapat amunisi baru di lini depan.

    Sementara itu, PSG tak akan rugi-rugi amat melepas Cavani secara cuma-cuma. Sebab, setidaknya Cavani masih bisa dijual dengan harga 10-25 juta euro.

    Kabar mutakhir, Cavani sudah setuju pindah ke Kota Madrid dengan kontrak hingga 2023. Dia akan dijanjikan kesempatan bermain rutin di La Liga.

    Selain mengincar Cavani, Atletico disebut tertarik mendatangkan gelandang bertahan Nemanja Matic dari Manchester United. Sebelas-dua belas dengan cara memboyong Cavani, Atletico akan memanfaatkan situasi sulit Matic di Old Trafford.

    Gelandang Manchester United, Nemanja Matic, berusaha melewati pemain AZ Alkmaar Fredrik Midtsjo dalam pertandingan Grup L Liga Eropa di Cars Jeans Stadion, Hague, 4 Oktober 2019. REUTERS/Piroschka van de Wouw

    Sejak United dipimpin Ole Gunnar Solskjaer, Matic kehilangan tempat di starting XI Setan Merah.

    Kebetulan kontrak Matic di United akan habis pada Juni 2020. Sejauh ini, United tak berkeberatan melepas gelandang berusia 31 tahun itu.

    Lagi-lagi ketidaktertarikan Solskjaer jadi alasan United memasukkan nama Matic dalam daftar jual pada jendela transfer musim dingin nanti.

    "Saya tak tahu apa yang akan terjadi nanti. Terkadang di dunia sepak bola semua bisa terjadi," kata gelandang berkebangsaan Serbia itu.

    Adapun Soslkjaer tak membantah kabar hengkangnya Matic. "Selalu ada peluang pemain pergi entah karena jarang bermain atau ada tawaran dari klub lain," ujar pelatih berkebangsaan Norwegia itu.

    Jika benar Cavani dan Matic berlabuh ke Atletico, bisa jadi keduanya akan menambah kualitas permainan tim. Sebab, meski sudah berusia lebih dari 30 tahun, keduanya masih punya kualitas pemain bintang.

    CALCIOMERCATO | SKY SPORTS | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.