Sergio Farias Yakin Bisa Bawa Persija Jakarta Juara, Asalkan...

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sergio Farias (Zerozero.pt)

    Sergio Farias (Zerozero.pt)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih baru Persija Jakarta asal Brasil, Sergio Farias, yakin mampu memberikan prestasi kepada klub barunya itu, dengan syarat dirinya diberikan waktu.

    "Saat pertama kali datang ke Korea Selatan (Korsel), 17 tahun klub itu tidak pernah juara, ditantang, saya bilang perlu waktu. Kemudian akhirnya bisa jadi juara," kata Sergio berkaca pada pengalamannya membawa Pohang Steelers meraih berbagai juara 10 tahun silam.

    Sebelum memastikan merekrut Sergio, Persija telah mendatangkan sejumlah pemain baru. Walau mendatangkan pemain tanpa rekomendasi khusus dari dirinya, pelatih asal Brasil itu yakin dapat memaksimalkan skuat yang ada.

    "Biasanya saat saya datang ke klub baru, manajemen telah mendatangkan pemain baru. Maka saya perlu mengeluarkan kemampuan terbaik para pemain yang ada," tutur mantan pelatih timnas Brasil U-17 itu.

    Meski baru kali ini melatih klub di Indonesia, Sergio mengaku paham betul besarnya nama Persija di dalam negeri. Oleh karena itu, ia merasa tertantang untuk mengembalikan Macan Kemayoran ke marwahnya.

    "Dua tahun lalu Persija juara, musim lalu merosot, saya penasaran dengan apa yang terjadi," ujar Sergio.

    Saat ditanyai perihal rekrutan profil tinggi Persija, Marco Motta, Sergio hanya mengatakan dirinya belum pernah bekerja sama dengan pemain tersebut dan masih perlu menilai kondisinya pada pramusim.

    Sergio Farias diikat kontrak berdurasi satu tahun dengan opsi perpanjangan. Untuk membantu melaksanakan tugasnya di Persija Jakarta, ia akan dibantu tiga orang asisten pelatih yang diboyong dari Brasil.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.