Chelsea vs Arsenal: Aubameyang Absen, Lacazetta Jadi Harapan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Arsenal Alexandre Lacazette, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 1 September 2019. REUTERS/David Klein

    Penyerang Arsenal Alexandre Lacazette, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Emirates, London, 1 September 2019. REUTERS/David Klein

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang laga melawan Chelsea, dinihari nanti, penyerang Arsenal Alexandre Lacazette langsung kena sorotan. Pria berusia 28 tahun itu memang sedang kering gol.

    Dalam 16 kali laga, dia baru membikin lima gol dan dua assist. Capaian yang kurang bagus. Terakhir kali dia menciptakan gol saat timnya bermain melawan Brighton di Emirates pada 5 Desember tahun lalu.

    Di kompetisi lainnya, dia sempat mencetak gol saat Arsenal main imbang 2-2 melawan Standard Liege di Liga Europa, 12 Desember lalu. Setelah itu, Laca—begitu panggilannya--tak lagi menceploskan gol.

    Seretnya gol Laca itu ikut membuat kinerja Arsenal tersendat. Dalam sepuluh laga terakhir Liga Primer, Arsenal hanya mampu menang dua kali. Sisanya, lima kali imbang dan tiga kali kalah.

    Padahal, dalam skema 4-2-3-1, di mana Laca berposisi sebagai target man, semestinya dia bisa mencetak banyak gol. Paling tidak mendekati capaian pada musim lalu, yakni sanggup bikin 13 gol dan 10 assist.

    Kondisi Arsenal pun kian tak menguntungkan. Selama ini mandulnya Laca bisa tertolong oleh kehebatan Pierre-Emerick Aubameyang.

    Namun Aubameyang dihukum tidak boleh bermain dalam tiga laga akibat kartu merah. Saat ini, dia baru menjalani satu kali larangan tampil.

    Sialnya, Laca belum bisa menambal absennya Aubameyang. Setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh Sheffield United di Emirates, Sabtu pekan lalu, suporter ramai-ramai mencibir Laca yang lagi-lagi gagal mencetak gol.

    Makin celaka buat Laca. Manajer Mikel Arteta menariknya keluar pada menit ke-74, digantikan oleh penyerang belia Eddie Nketiah.

    Namun, di tengah cibiran, Lacazette masih mendapat dukungan dari bekas penyerang Arsenal Alan Smith (1987-1995). Menurut pria berusia 57 tahun itu, performa Lacazette tak bisa sekadar dinilai dari jumlah gol dan umpan.

    Sebab, membuka ruang di lini pertahanan lawan juga menjadi tugas seorang striker. Soal siapa yang mencetak gol, kata dia, hal itu hanyalah persoalan posisi berdiri dan keberuntungan.

    "Buktinya Lacazette kerja keras menghidupkan serangan di kotak penalti lawan dalam setiap penampilannya. Tak adil jika dia diadili begitu saja," kata bekas penyerang Leicester City itu.

    Bek Sokratis Papastathopoulos pun memberikan dukungan. Menurut dia, Laca tetaplah mesin gol. "Anda harus melihat detail penampilan dia. Bagaimana dia melewati bek lawan," kata Sokratis.

    Sejauh mana dukungan itu bisa membantunya untuk bangkit, bisa dilihat dalam laga di Stamford Bridge dinihari nanti. Dari kaki dan kepalanya, gol-gol diharapkan lahir.

    Bukan pekerjaan mudah, memang. Bermain di kandang sendiri, Chelsea tak mudah ditaklukkan. Apalagi, empat pekan lalu, di Emirates, The Blues menang 2-1.

    SOCCERWAY | GOAL | INDRA WIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.