Marc Klok Ungkap Saat Pertama Mulai Kepincut Persija Jakarta

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta, Marc Klok. (persija.id)

    Pemain Persija Jakarta, Marc Klok. (persija.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang anyar Persija Jakarta, Marc Klok, menyebut bergabung dengan Macan Kemayoran merupakan mimpi lamanya. “Saya senang mimpi itu menjadi nyata,” ujar Klok, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Jumat.

    Keinginan besar pesepakbola asal Belanda itu untuk berseragam Persija adalah ketika ia bertanding di leg pertama final Piala Indonesia 2018-2019 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

    Saat itu, Marc Klok yang masih merumput untuk PSM Makassar takjub dengan atmosfer SUGBK yang dipenuhi puluhan ribu pendukung Persija, The Jakmania.

    Setelah pertandingan itu, pria berusia 26 tahun tersebut spontan mengutarakan mimpinya kepada sang istri. “Saya berbicara dengan istri ingin sekali bermain di GBK dan didukung The Jakmania,” tutur Klok.

    Setelah berhasil mewujudkan keinginannya itu, Klok kini memiliki mimpi lain yaitu membawa Persija kembali meraup gelar juara Liga 1 Indonesia.

    Dia berhasrat besar memberikan segenap kemampuannya untuk membantu Persija kembali menjadi nomor satu di Indonesia. “Saya berjanji memberikan apa yang saya punya untuk Persija dan Jakmania,” kata Klok.

    Persija Jakarta resmi mengontrak gelandang asal Belanda Marc Klok untuk jangka waktu empat tahun pada Juma.

    Dengan demikian, Persija sudah memiliki empat pemain asing untuk mengarungi Liga 1 Indonesia 2020 yaitu Klok, Marko Simic, Rohit Chand dan Marco Motta.

    Selain nama-nama itu, tim Macan Kemayoran juga sudah mengikat empat pemain lokal anyar yakni Otavio Dutra, Alfath Faathier, Rafli Mursalim dan Evan Dimas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.