Liverpool, Radio YNWA, dan Football Without Fans Is Nothing

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung Liverpool FC World Tour menjajal wahana Accuracy The Challenge di LFC World Tour di Mall Taman Anggrek, Jakarta, 11 Maret 2018. Ajang temu suporter Indonesia ini dihadiri oleh empat legenda Liverpool. TEMPO/Jati Mahatmaji

    Pengunjung Liverpool FC World Tour menjajal wahana Accuracy The Challenge di LFC World Tour di Mall Taman Anggrek, Jakarta, 11 Maret 2018. Ajang temu suporter Indonesia ini dihadiri oleh empat legenda Liverpool. TEMPO/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - “Football Without Fans Is Nothing.” Spanduk bertuliskan hal itu terpampang di sebuah pertandingan Liverpool dalam Liga Primer Inggris.

    Tapi, pandemi virus corona kemungkinan besar akan meniadakan penonton pada pertandingan sepak bola untuk sementara waktu. Pandemi itu mengembalikan atau menegaskan lagi fokus pemain kepada permainan di lapangan sepak bola itu sendiri.

    Mereka akan ditopang keyakinan bahwa para pecinta mereka akan memberi aliran energi di rumah masing-masing melalui siaran stasiun televisi yang menyiarkan pertandingan itu.

    Jadi kredo Football Without Fans Is Nothing akan bergeser pemaknaannya dari penampakan foto para suporter Liverpool dengan spanduknya tersebut di Anfield itu dukungan di rumah masing-masing.

    Sebab, pilihan untuk melanjutkan Liga Primer Inggris tanpa penonton tampaknya tak bisa ditawar lagi mengingat pandemi virus corona diperkirakan tak bisa diatasi dalam waktu segera.

    Pada 20 Marer 2020, Jaren Pieters di situs NL Times, menulis tentang lebih dari 180 stasiun radio memperdengarkan lagu  'You'll Never Walk Alone' secara bersamaan untuk mewujudkan solidaritas di tempat pribadi masing-masing di dunia untuk melawan penyebaran virus corona.

    Kita semua tahu lagu  'You'll Never Walk Alone' yang kini menjadi lagu “kebangsaan” para pecinta klub sepak bola Liverpool, pertama kali dipublikasikan pada 1945. Liriknya diciptakan Oscar Hammerstein, penyair-produser teater di Amerika Serikat, dan komposer musiknya adalah Richard Rodgers juga dari Amerika.

    Pada 20 Maret 2020 itu, atas inisiatif penyiar radio dan penata musik Sander Hoogendoor di  Dutch 3FM, 183 stasiun radio di 31 negara memperdengarkan lagu 'You'll Never Walk Alone' oleh Gerry dan the Pacemakers pada Jumat pekan lalu.  

    Adapun negara-negara yang memperdengarkan YNWA secara simultan itu adalah Belanda,  Curacao, Luksemburg, Jerman, Spanyol, Austria, Belgia, Inggris, Estonia, Bulgaria, Finlandia, Latvia, Slovakia, Rumania, Georgia, Portugal, Polandia, Turki, Swiss, Denmark, Irlandia, Prancis, Siprus, Bosnia, Herzegovina, Norwegia, Slovenia, Italia, Moldova, Montenegro, Swedia, dan Republik Cek.

    Jadi, jika pandemi virus corona ini semoga bisa diatasi dalam waktu tak terlalu lama, Liverpool yang hanya butuh kemenangan di dua laga untuk menjadi juara, dari sembilan laga terakhir, akan merayakan suksesnya bersama suporternya di radio dan saluran youtube, instagram, twitter, dan stasiun televisi. “Di Radio Aku Dengar Lagu Kesayangamu...” mendiang seniman musik Gombloh melantunkannya dalam karya lirik lagunya: Kugadaikan Cinta.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.