Liga Inggris Dipastikan Tak Akan Kembali Bergulir Bulan Depan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi, dinyatakan positif terkena virus Corona. Striker berusia 19 tahun menjadi kasus COVID-19 kedua di klub Liga Primer Inggris setelah Pelatih Arsenal Mikel Arteta. Sebelum dinyatakan positif virus Corona, ia sempat menunjukkan gejala yang mirip dengan pilek. REUTERS

    Pemain Chelsea, Callum Hudson-Odoi, dinyatakan positif terkena virus Corona. Striker berusia 19 tahun menjadi kasus COVID-19 kedua di klub Liga Primer Inggris setelah Pelatih Arsenal Mikel Arteta. Sebelum dinyatakan positif virus Corona, ia sempat menunjukkan gejala yang mirip dengan pilek. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertemuan seluruh pemangku kepentingan Liga Inggris pada Jumat waktu setempat menghasilkan satu keputusan penting. Kompetisi tersebut dipastikan tak akan kembali bergulir pada Mei mendatang seperti kesepakatan sebelumnya.

    Kesepakatan tersebut dibuat setelah seluruh dari 20 perwakilan klub Liga Primer Inggris mengadakan rapat melalui konferensi video. Rapat yang berlangsung selama empat jam tersebut akhirnya menyepakati bahwa pandemi virus corona di Inggris semakin memburuk dan sepak bola harus dikesampingkan.

    Dalam pernyataan bersamanya, otoritas Liga Inggris menyatakan bahwa mereka sepakat untuk mengundur jadwal dimulai kembalinya kompetisi tersebut yang sebelumnya dipatok pada awal Mei. Akan tetapi tak ada tanggal baru yang dipersiapkan untuk memulai kembali Liga Inggris.

    "Seperti diketahui bahwa Liga Primer tak akan kembali bergulir pada awal Mei dan karena itu musim 2019-2020 hanya akan kembali berjalan ketika kondisi telah aman dan layak," bunyi pernyataan tersebut.

    Mereka juga sepakat untuk menambah bantuan sebesar 20 juta pound sterling untuk para dokter dan perawat yang tergabung di National Health Services (NHS).

    Selain itu, mereka juga sepakat untuk melakukan pemotongan gaji pemain sebesar 30 persen. Meskipun demikian, hal ini akan diputuskan kembali melalui rapat dengan Asosiasi Pesepakbola Inggris (PFA) pada hari Sabtu ini waktu setempat.

    “Untuk menghadapi kerugian substansial dan berkelanjutan musim 2019/20 yang disebabkan penundaan pertandingan, dan untuk melindungi para pekerja profesional, klub-klub Liga Premier dengan suara bulat sepakat untuk berkonsultasi dengan para pemain mereka mengenai kombinasi pengurangan dan penangguhan bayaran sebesar 30 persen dari total pendapatan tahunan," bunyi pernyataan itu.

    “Pedoman ini akan terus ditinjau terus-menerus saat keadaan berubah.

    "Liga akan melakukan kontak rutin dengan PFA dan serikat pekerja akan bergabung dalam pertemuan yang akan diadakan besok antara Liga, para pemain dan perwakilan klub."

    Klub-klub di Liga Primer Inggris juga siap memberikan donasi sebesar 125 juta pound sterling untuk membantu klub di divisi kedua dan ketiga.

    Dengan keputusan itu, masa depan Liga Inggris musim ini pun dipastikan masih abu-abu. Pihak klub dan otoritas Liga Inggris tampaknya masih belum mau memutuskan untuk menghentikan total musim ini seperti yang dilakukan oleh Liga Belgia pada Kamis kemarin.

    Pandemi virus corona di Inggris memang semakin parah. Pada Jumat kemarin, terjadi 684 kematian dalam 24 jam yang membuat jumlah korban di sana meningkat tajam menjadi 3.645. Menurut NHS, jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Inggris hingga kemarin mencapai 38.168 orang.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.