Manchester United Tak Akan Potong Gaji Stafnya

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United Bruno Fernandes dan Anthony Martial saat keduanya akan berpelukan setelah cetak gol ketika melawan Manchester City pada 8 Maret 2020. REUTERS

    Pemain Manchester United Bruno Fernandes dan Anthony Martial saat keduanya akan berpelukan setelah cetak gol ketika melawan Manchester City pada 8 Maret 2020. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaManchester United mengambil langkah berbeda dari sejumlah klub Liga Inggris lainnya. Disaat klub lainnya menyatakan memotong gaji staf mereka, kubu Setan Merah justru memberi jaminan kepada staf mereka tak akan ada pemangkasan gaji.

    Media Inggris The Sun menyatakan bahwa pihak manajemen Manchester United mengirimkan email ke seluruh 900 staf mereka. Dalam surat elektronik tersebut, pihak klub menyatakan mereka akan terus membayar penuh gaji para staf dan pemain.

    Tak hanya itu, Manchester United juga memutuskan untuk tetap membayar staf yang berstatus sebagai pekerja harian mereka hingga 1 Juni meskipun mereka tak bekerja.

    Manchester United juga dikabarkan mengimbau para stafnya untuk ikut dalam berbagai aksi sosial untuk memerangi virus corona di Inggris. Mereka bisa bekerja sosial untuk National Health Service atau pun melalui lembaga sosial lokal di kediaman mereka masing-masing.

    Keputusan manajemen Manchester United itu menjadi kabar melegakan bagi para staf. Mereka sebelumnya dilanda kekhawatiran akan bernasib sama seperti rekan-rekannya di klub lain.

    Tottenham Hotspur, Newcastle United, Norwich City, dan Bournemouth sebelumnya telah memotong gaji staf mereka. Pemotongan gaji itu menimbulkan kritik karena klub tak memotong gaji para pemain yang sebenarnya berpendapatan lebih besar dari para staf tersebut.

    Liverpool yang sebelumnya berencana memangkas gaji sekitar 650 staf mereka akhirnya membatalkan rencana tersebut setelah mendapat kritik tajam.

    Di level pemain, para pesepakbola liga inggris disebut menolak pemotongan gaji mereka. Mereka berpendapat lebih baik memberikan gaji mereka ke orang yang lebih membutuhkan ketimbang ke para pemilik klub yang berkantong tebal.

    Rencana penolakan gaji tersebut juga didukung oleh Asosiasi Pesepakbola Liga Inggris atau PFA. Dalam pernyataannya, PFA menyatakan bahwa pemerintah Inggris akan kehilangan potensi pendapatan pajak yang sangat besar jika terjadi pemotongan gaji pemain. Ujung-ujungnya, PFA mengkhawatirkan akan terjadi penurunan pelayanan publik terutama dalam hal penanganan virus corona karena pemerintah kehilangan pendapatan.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.