Newcastle United Mulai Buru Cavani, Willian dan Mertens

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, Willian meluapkan kekecewaannya ketika melawan Newcastle United dalam laga lanjutan Liga Inggris di St James Park, Inggris, 18 Januari 2020. REUTERS/Scott Heppell

    Pemain Chelsea, Willian meluapkan kekecewaannya ketika melawan Newcastle United dalam laga lanjutan Liga Inggris di St James Park, Inggris, 18 Januari 2020. REUTERS/Scott Heppell

    TEMPO.CO, Jakarta - Newcastle United dikabarkan mulai bergerak memburu pemain baru dengan masuknya  dana segar dari pemilik baru mereka, Muhammad bin Salman. Mereka dikabarkan ingin segera mengamankan jasa 3 pemain bintang untuk memperkuat skuad.

    Media ESPN menyebutkan bahwa sumber mereka menyatakan penyerang Paris Saint-Germain, Edinson Cavani bisa menjadi rekrutan pertama Newcastle United di era MBS, sebutan untuk Muhammad bin Salman. Penyerang asal Uruguay itu dikabarkan siap hengkang ke Inggris setelah kontraknya bersama PSG pada akhir musim ini.

    Meskipun sudah berusia 33 tahun, Cavani dianggap masih mumpuni untuk bersaing di kerasnya Liga Inggris. Konsistensinya dalam mencetak gol bersama PSG tak menurun seiring bertambahnya usia.

    Total dia telah mencetak 200 gol dalam 300 penampilan di Liga Prancis sejak dibeli dari Napoli pada 2013. Dia berhasil mengalahkan rekor mantan rekannya, Zlatan Ibrahimovic, sebagai pencetka gol terbanyak dalam sejarah klub itu.

    Selain Cavani, sumber ESPN tersebut juga menyebutkan nama penyerang Napoli, Dries Mertens. Bahkan, menurut laporan itu, pihak Newcastle United telah bertemu dengan agen pesepakbola asal Belgia itu.

    Pemain sayap Chelsea, Willian, juga disebut akan merapat ke Stadion St James Park musim depan. Sama seperti Cavani, kontrak Willian di Chelsea akan habis pada akhir musim.

    Selain pemain, si sumber juga menyatakan bahwa mereka tengah memburu manajer baru. Nama Mauricio Pochettino, dan Massimiliano Allegri disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Steve Bruce yang hampir pasti didepak MBS musim depan.

    Pochettino dianggap sebagai calon kuat karena memiliki portfolio yang cukup lengkap. Dia dianggap sukses di Liga Inggris bersama Southampton sebelum akhirnya hengkang ke Tottenham Hotspur.

    Di tangan Pochettino, Tottenham yang sebelumnya dipandang sebelah mata mampu bersaing di papan atas. Tak hanya itu, Pochettino juga mampu membawa pasukan Lili Putih ke partai final Liga Champions musim lalu.

    Muhammad bin Salman dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar 320 juta pound sterling untuk pembenahan Newcastle United. Tak hanya untuk membeli pemain dan pelatih, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi itu kabarnya juga akan merombak infrastruktur serta tim perekrutan Newcastle United. Namun, mereka masih harus menunggu hingga otoritas Liga Inggris memberikan persetujuan atas penjualan saham Newcastle United.

    Kabar buruknya, proses peralihan kepemilikan Newcastle United itu mendapatkan tentangan dari berbagai pihak. Lembaga pemerhati hak asasi manusia Amnesti International Inggris misalnya, menyoroti sosok Muhammad bin Salman yang dianggap penuh dengan masalah pelanggaran HAM.

    Selain itu, lembaga penyiaran beIN Sports yang merupakan mitra utama dalam hak siar Liga Inggris juga menyoroti masalah pembajakan siaran Liga Inggris yang dilakukan oleh Arabsat, perusahaan penyedia satelit milik Arab Saudi. Mereka meminta pengalihan hak kepemilikan tersebut dibatalkan karena bisa berdampak buruk pada bisnis dan citra Liga Inggris.

    Meskipun demikian, semua pihak tampaknya harus menunggu hingga tiga pekan ke depan soal kepastian apakah Newcastle United jadi dijual atau tidak. Otoritas Liga Inggris saat ini dikabarkan tengah melakukan penelusuran dan tes terhadap konsorsium Arab Saudi pimpinan Muhammad bin Salman yang akan membeli saham dari Mike Ashley.

    ESPN| THE SUN| DAILY MAIL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.