Prediksi Moenchengladbach Vs Real Madrid di Liga Champions Rabu 28 Oktober

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Laga antara Borussia Moenchengladbach vs Real Madrid akan berlangsung pada Rabu dini hari 28 Oktober 2020. Meski berstatus sebagai tim kasta kedua, Moenchengladbach tak boleh diremehkan oleh Real Madrid.

    Borussia Moenchengladbach kembali ke Liga Champions musim ini setelah musim lalu berhasil menduduki posisi empat besar klasemen Bundesliga. Dalam sejarahnya, skuad asuhan Marco Rose baru pernah berlaga dua kali di kompetisi tertinggi Eropa tersebut, yaitu pada musim 2015-2016 dan 2016-2017.

    Jika pada kedua musim sebelumnya Moenchengladbach selalu mendapat hasil buruk pada laga awal, kali ini mereka menunjukkan hasil lebih positif. Pekan lalu Lars Stindl cs berhasil mencuri satu angka dari Inter Milan dengan menahan imbang klub besar Italia itu 2-2.

    Ditambah kemenangan 2-3 dari Mainz 05 di Bundesliga pada akhir pekan kemarin, Moenchengladbach akan menjamu Real Madrid dengan kepercayaan diri yang tinggi.

    Real Madrid di sisi lain sangat membutuhkan kemenangan setelah pada laga pekan lalu mereka menelan kekalahan mengejutkan 2-3 dari tamunya, Shakhtar Donetsk. Tiga angka wajib dikantongi skuad asuhan Zinedine Zidane karena pada laga berikutnya mereka akan menghadapi Inter Milan.

    Kepercayaan diri Sergio Ramos cs meniggi setelah mereka berhasil mengalahkan Barcelona dalam laga El Clasico akhir pekan ini. Hal itu akan menjadi modal yang sangat berharga bagi Real Madrid untuk menantang Moenchengladbach yang akan tampil tanpa skuad terbaiknya.

    Rose disebut masih akan kehilangan sejumlah pemain andalannya seperti Andreas Poulsen, Denis Zakaria, dan Laszlo Benes karena cedera. Mamadou Doucoure juga diragukan tampil pada laga Rabu besok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.