Barcelona Vs PSG 1-4, Pelanggaran Kurzawa Dianggap Layak Diganjar Penalti

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona Lionel Messi dan pemain PSG Kylian Mbappe dalam pertandingan Liga Champions leg pertama babak 16 besar di Camp Nou, 16 Februari 2021. REUTERS/Albert Gea

    Pemain Barcelona Lionel Messi dan pemain PSG Kylian Mbappe dalam pertandingan Liga Champions leg pertama babak 16 besar di Camp Nou, 16 Februari 2021. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontroversi soal hadiah penalti yang dieksekusi Lionel Messi mewarnai laga babak 16 besar Liga Champions antara Barcelona vs PSG dini hari tadi. Mantan wasit asal Spanyol Iturralde Gonzalez angkat bicara.

    Hadiah penalti diberikan oleh wasit Bjorn Kuipers kepada Barcelona setelag gelandang Frenkie de Jong terjatuh di kotak penalti PSG pada menit ke-26. Saat itu De Jong sedang berupaya menyambut umpan jauh dan dibayang-bayangi oleh bek PSG Lavyin Kurzawa.

    Kuipers sempat melihat tayangan ulang kejadian tersebut melalui fasilitas Video Assistant Referee (VAR) sebelum akhirnya memutuskan hadiah penalti bagi Barcelona. Lionel Messi yang maju sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dan membuat La Blaugrana unggul 1-0.

    Penalti itu sempat mendapatkan sorotan dari penyerang PSG, Neymar yang absen pada laga itu. "Penalti ini lelucon," cuit Neymar di media sosial Twitter disertai enam emoji tertawa. Dia dengan cepat menghapus unggahan tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Mantan wasit asal Spanyol Iturralde Gonzalez melihat keputusan Kuipers tersebut benar. Pasalnya, berdasarkan tayangan ulang, De Jong terjauh setelah kaki kiri Kurzawa sempat menyentuh kaki kanannya.

    Menurut Gonzalez insiden tersebut layak diganjar hadiah penalti meskipun Kurzawa tak sengaja melanggar De Jong.

    Baca: Barcelona Vs PSG 1-4, Mbappe: Ini Belum Permainan Terbaik Kami

    "Ini penalti. Ketika anda berlari di belakang pemain yang akan menyerang dan kaki anda sempat menyentuh, itu adalah penalti. Anda tidak ingin melakukannya, tetapi anda harus membiarkan pemain yang unggul di depan saata berlari," kata Gonzalez kepada media Spanyol AS.

    "Anda tidak boleh berada di belakang radius aksi pemain yang sedang berlari. Jika anda berlari di belakang pemain yang tengah unggul dari anda, itu adalah penalti."

    "Anda tidak dapat mendekaat ketika pemain telah mengalahkan anda karena anda akan membuatnya tersandung. Ini adalah penalti yang konyol, tetapi itu adalah penalti."

    Bagi Kurzawa, hal itu merupakan keapesan kedua secara beruntun yang dia dapatkan kala menghadapi Barcelona di Stadion Camp Nou. Empat tahun lalu, dia mencetak gol bunuh diri yang membuat Lionel Messi cs akhirnya menang 1-6. Kemenangan yang menyingkirkan PSG pada babak perempat final Liga Champions musim 2016-2017.

    Kurzawa patut berterima kasih kepada rekannya, Kylian Mbappe, yang tiga kali menjebol gawang Barcelona pada laga dinihari tadi. Hat-trick Mbappe, plus satu gol dari Moise Kean, membuat PSG meraih kemenangan 4-1.

    Kemenangan pada laga Barcelona vs PSG itu membuat Mbappe cs kini sudah meletakkan satu kaki di babak perempat final. Mereka hanya tinggal mempertahankan keunggulan tersebut pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, pada 11 Maret mendatang.

    AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.