Barcelona Batal Tanding Lawan Beitar Yerusalem, FA Palestina Puji Joan Laporta

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden FC Barcelona Joan Laporta. REUTERS/Albert Gea

    Presiden FC Barcelona Joan Laporta. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Palestina telah memuji keputusan Barcelona untuk menarik diri dari pertandingan persahabatan pra-musim di Yerusalem pada Agustus mendatang. Jadwal bola tersebut sejatinya digunakan tim asuhan Ronald Koeman bersiap menghadapi musim baru kompetisi.

    Barcelona awalnya dijadwalkan bermain melawan Beitar Yerusalem pada 4 Agustus 2021. Namun, pertandingan dihentikan setelah klub Israel menolak untuk mengubah lokasi laga persahabatan.

    Akibatnya, Jenderal Jibril Rajoub, Kepala Asosiasi Sepak Bola Palestina, telah menulis surat resmi kepada Presiden Barcelona Joan Laporta. Dalam isi suratnya, ia memuji Laporta atas keputusan pembatalan tersebut.

    FC Barcelona memperkenalkan pemain barunya Sergio Aguero di Camp Nou, Barcelona, 31 Mei 2021. Sergio Aguero bergabung dengan Barcelona setelah meninggalkan Manchester City dengan status bebas transfer. REUTERS/Albert Gea

    "PFA menyambut keputusan Barcelona untuk menghormati hak-hak Asosiasi Sepak Bola Palestina dan jutaan penggemar yang merasa bersyukur," bunyi surat yang ditulis Jibril Rajoub dikutip dari Marca.

    Adapun Moshe Hogg, pemilik Beitar Yerusalem, telah menyatakan bahwa pihaknya tidak siap untuk melanjutkan pertandingan persahabatan tersebut. Menurut dia, tidak mungkin pertandingan berlangsung di kota lain, selain Yerusalem, seperti yang diminta Barcelona.

    Barcelona telah memulai persiapan menjelang musim baru pada Senin, 12 Juli lalu. Pertandingan melawan Beitar Yerusalem hanyalah salah satu pertandingan pemanasan sebelum Braugana memasuki musim baru. Mereka juga akan menghadapi Manchester City dalam turnamen pemanasan Trofi Joan Gamper.

    Baca juga : Lionel Messi Pecahkan Rekor di Instagram dengan Foto Paling Banyak Disukai

    Baca juga : Nasib Lionel Messi Masih Tak Pasti, Barter Griezmann dengan Saul Terancam Batal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.