3 Pemain Sepak Bola Rusia Dijatuhi Sanksi Larangan Tampil karena Doping

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepak bola. (fixabay.com)

    Ilustrasi sepak bola. (fixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - FIFA menjatuhkan sanksi larangan tampil kepada tiga pemain sepak bola asal Rusia yang dinyatakan melanggar aturan anti-doping, demikian diumumkan otoritas sepak bola dunia itu pada Senin, 19 Juli 2021.

    Dua pemain, yakni Ivan Knyazec dan Daria Meshcheryakova dijatuhi hukuman larangan tampil selama dua tahun, sedangkan Vladimir Obukhov yang mengakui kesalahannya dan bersikap kooperatif dengan memberikan bantuan substansial selama penyelidikan hanya dikenai sanksi enam bulan.

    Penyelidikan forensik yang dilakukan FIFA menggandeng Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menemukan bukti penggunaan methandinone dalam kasus Knyazev dan Obukhov, serta furosemide dalam kasus Mescheryakova.

    Methandinone merupakan zat serupa steroid yang dilarang, sedangkan furosemide adalah zat yang membantu memperbanyak pembuangan cairan melalui urin.

    Obukhov, 29 tahun, merupakan mantan penyerang timnas Rusia di level junior dan saat ini membela FC Rostov. Knyazev, 28 tahun, bek dengan status tanpa klub setelah kontraknya habis dengan tim kasta ketiga Zvezvda Perm. Sementara, Meshcheryakova, 26 tahun, kiper yang juga pernah memperkuat Rusia di level junior.

    "Untuk ketiga pemain, larangan tampil berlaku di semua jenis pertandingan, baik kompetitif maupun persahabatan, domestik serta internasional," demikian pernyataan FIFA dikutip Reuters.

    FIFA menyatakan bahwa ketiga kasus tersebut dikembangkan berdasar hasil tes doping tahun 2013 yang dianalisis di Moskow tetapi sempat ditandai dengan label negatif dalam sistem WADA.

    Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Olimpiade Tokyo Disiarkan Langsung TVRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.