Christian Eriksen Akan Kembali ke Inter Milan dan Bertemu Inzaghi Pekan Depan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christian Eriksen. REUTERS

    Christian Eriksen. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Inter Milan, Christian Eriksen diperkirakan akan kembali ke klub Serie A Liga Italia itu pada pertengahan pekan depan.

    Pemain Denmark itu akan bertemu pelatih baru, Simone Inzaghi, untuk pertama kalinya serta rekan-rekannya di tim. Selain itu, dia akan memulai menjalani tes medis untuk mengecek kondisinya setelah mengalami serangan jantung saat bertanding di Euro 2020 pada Juni lalu.

    La Gazzetta dello Sport melaporkan seluruh tim akan kembali berlatih setelah diberi libur tiga hari, termasuk Lautaro Martinez, Nicolo Barella, dan Alessandro Bastoni. Dalam laporannya, surat kabar itu menyoroti Eriksen.

    Pemain berusia 29 tahun itu tiba-tiba ambruk di tengah lapangan saat pertandingan timnas Denmark melawan Finlandia di babak penyisihan grup Euro 2020. Dia sempat mendapatkan perawatan di tengah lapangan dengan PCR dan difibrillator sebelum dibawa ke rumah sakit.

    Christian Eriksen. REUTERS

    Setelah menjalani perawatan lebih lanjut, diketahui ritme jantungnya tidak normal. Dia pun harus menjalani operasi pemasangan alat Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD).

    Eriksen tidak bisa bermain di Liga Italia jika ada alat tersebut di tubuhnya. Mereka tidak mengizinkan pemain amatir dan juga profesional yang menggunakan alat bantu jantung, bermain di kompetisi mereka. Dia hanya bisa bermain lagi untuk Inter jika alat bantu itu dilepas.

    Dengan tes medis itu akan diketahui kapan alat bantu yang dipasang di jantung Christian Eriksen bisa dilepas agar bisa bermain di Liga Italia.

    FOOTBALL

    Baca Juga: Christian Eriksen Harus Tunggu 6 Bulan Sebelum Bisa Main Lagi untuk Inter Milan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.