FIFA Puji Korea Selatan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Seoul - Presiden FIFA Sepp Blatter memuji tawaran Korea Selatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Blatter mengatakan event olahraga mempunyai hak untuk membagi kegiatannya di Utara dan Korea Selatan guna kedekatan bersama.

    FIFA akan mengumumkan dua tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 pada 2 Desember. Korea Selatan terutama bersaing dengan Australia, Qatar, Jepang dan Amerika Serikat untuk perhelatan 2022.

    "Tawaran baik dari Korea Selatan untuk Piala Dunia 2022," kata Blatter dalam konferensi pers bersama Presiden Korea Selatan Lee Myung, Senin (8/11). "Bahkan sangat baik. Tidak hanya baik satu, sangat baik."

    Semenanjung Korea hingga kini tetap berada dalam kondisi perang, yang dibagi dengan perbatasan yang dijaga ketat sejak konflik Korea tiga tahun berakhir dalam gencatan senjata tanpa perjanjian perdamaian pada 1953. Jutaan warga Korea Selatan masih memiliki keluarga di luar perbatasan, namun hampir tidak ada cara untuk menghubungi mereka.

    Sepak bola adalah olahraga yang populer di kedua sisi zona demiliterisasi itu. Kedua Korea tahun ini juga ikut sebagai peserta Piala Dunia di Afrika Selatan. Tim sepakbola perempuan Korea Utara menempati peringkat nomor 6 di dunia, sedangkan perempuan Korea Selatan baru-baru ini menjuarai Piala Dunia di bawah usia 17.

    Lee mengatakan ia dan Blatter membahas bagaimana Piala Dunia dapat membantu mendorong perdamaian di semenanjung Korea.

    Blatter mengatakan sepakbola memiliki kekuasaan untuk membuat langkah maju dalam upaya membantu menyatukan orang-orang yang terpisah di kedua negeri itu.

    "Saya akan sangat-sangat senang menggunakan kekuatan Piala Dunia dan kekuatan sepak bola untuk membantu memecahkan solusi ini," katanya.

    Ketua Komite Piala Dunia Korea Selatan, Han Sung-Joo sebelumnya mengatakan tawaran pihaknya itu akan menjadi kesempatan yang baik untuk membawa Korea Utara ke dalam arus utama.

    "Saat ini, Korea Utara cukup terisolasi, dan masih ada kebencian antara Utara dan Korea Selatan. Hal ini akan memberikan kontribusi bagi perdamaian dan integrasi baik di Korea Utara dan Korea Selatan. "

    AP l BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.