Amin Syam: Jangan Korbankan Pemain dan Penggemar PSM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam. Tempo/Zulkarnain

    Mantan Gubernur Sulawesi Selatan Amin Syam. Tempo/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Makassar - Dewan Pembina Persatuan Sepak Bola Makassar Amin Syam meminta pengelola mengutamakan pemain dan penggemar dalam mencari solusi atas kisruh di tim Juku Eja. “Buat solusi terbaik, asal tidak boleh merugikan pemain dan mengecewakan penggemar,” kata Amin di Makassar, Jumat (17/12).

    Salah satu ketua PSM itu meminta Ketua Umum PSM menentukan manajemen baru yang kompeten dan terbaik dalam segala hal. “Tak harus manajer yang punya uang, karena manajer bisa tak punya uang, tapi mampu mendatangkan uang,” kata Amin. “Saya fikir ketua umum PSM sudah punya solusinya. Jadi terserah ketua umum.”

    Amin menilai bagus apabila Ilham Arief Sirajuddin membicarakan masalah PSM bersama tetua pasukan Ramang. Ia tak mempersoalkan apabila PSM mundur dari liga. Namun PSM tetap harus eksis dalam kompetisi nasional. “PSM tak boleh mati, apakah ikut di liga primier, tak masalah. Kalau mundur, apa boleh buat harus ada solusi,” kata Amin.

    Sebelumnya, Ketua Umum PSM Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, akan menyerahkan kesebelasan ini kepada orang yang memiliki tanggung jawab. Ukuran bertanggung jawab, kata dia, mereka yang mau berkorban dan tidak meninggalkan PSM di tengah jalan.

    “Menjadi pengurus PSM itu tidak digaji. Pengabdian tulus yang dibutuhkan,” kata Ilham. “Saya tidak mungkin mempertahankan yang merugi.” Setelah manajemen PSM bubar, Kadir Halid menyatakan minatnya mengambil alih PSM.

    Ia kemarin meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Makassar memeriksa keungan pengurus lama dan memeriksa kinerja manajemen. “Kami mendesak Dewan mengaudit keuangan PSM,” kata Kadir.

    PRU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.