Tersingkir, Singapura Salahkan Liga Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Sepakbola Singapura. Foto: affsuzukicup.com

    Timnas Sepakbola Singapura. Foto: affsuzukicup.com

    TEMPO Interaktif, Singapura - Tim nasional sepakbola Singapura tersingkir dari Piala AFF Suzuki 2010. Pengamat sepakbola yang juga bekas pelatih klub Singapura Tanjong Pagar, Tohari Paijan menyalahkan Liga Sepakbola Super Indonesia. 

    Sebab, menurut Paijan, para pemain tim sepakbola Singapura yang bermain di klub-klub Indonesia tidak tampil bagus dan kurang profesional. "Beberapa jadwal pertandingan di liga Indonesia tidak pasti, jadi bagaimana mau latihan dengan baik bila jadwalnya serba tidak pasti" ujarnya seperti dikutip dari laman The New Paper kemarin. 

    Delapan pemain tim sepakbola Singapura mencari nafkah di Indonesia, yaitu Noh Alam Shah, Muhammad Ridhuan, Baihakki Khaizan, dan Mustafic Fahrudin. Mereka sudah dua musim tampil di Liga Indonesia. Sedangkan empat pemain lain menyusul, yaitu Precious Emuejeraye, Shahril Ishak, Khairul Amri, dan Agu Casmir.

    Menurut Paijan dampak dari jadwal Liga Indonesia juga membuat pemain Singapura kelelahan. Salah satu contohnya, kata dia, pemain sayap Muhammad Ridhuan yang bermain untuk Arema. Ridhuan mencetak lima gol dalam delapan pertandingan bersama klubnya, tetapi tak menunjukkan kehebatannya saat tampil dengan tim nasionalnya. 

    Sedangkan sumber The New Paper lalinnya, tim negara lain lebih ganas dibandingkan tim Singapura. Salah satu sebabnya, mungkin karena sekarang para pemain Singapura lebih loyal dengan klub ketimbang dengan negaranya. 

    Kadir Yahya, bekas asisten pelatih di klub Pelita Jaya mengatakan para pemain juga takut cedera. Bila pemain cedera, pemain bisa dipulangkan oleh klub. "Di Liga Super Indonesia, pemain asing bisa dipulangkan kapan saja, ini bisnis besar di sana, banya pemain yang menunggu untuk bermain di liga," kata Kadir yang beradi di Pelita Jaya dari 2007 hingga tahun lalu. 

    Bermain di Liga Super Indonesia memang menggiurkan, menurut The New Paper, pemain top di Liga Indonesia bisa mendapat gaji antara 4.000 hingga 8.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 27 sampai 41 juta itu belum termasuk bonus. Sedangkan menurut beberapa media, beberapa pemain Singapura yang pindah ke Indonesia mendapat gaji dua kali lipat plus fasilitas seperti seorang sopir. 

    Tak heran, bila pemain Singapura betah berlaga di Liga Indonesia. mereka tak perlu lagi mencuci baju sendiri atau membersihkan sepatu lagi. "Saya ingin lebih lama bermain di sini," kata Baihakki, pemain Singapura yang berlaga untuk Persija Jakarta. "Di sini saya merasa seperti pemain bola profesional, siapa yang tidak ingin hidup seperti ini," ujarnya. 

    THE NEW PAPER | PGR 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.