Mourinho, Man of the Year 2010

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho. Getty Images Europe/Jasper Juinen

    Jose Mourinho. Getty Images Europe/Jasper Juinen

    TEMPO Interaktif , Roma – Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, dinobatkan sebagai 'Man of the Yerar 2010' oleh harian olahraga terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport.

    Ia menjadi pelatih pertama yang meraih penghargaan bergengsi itu dalam 32 tahun terakhir setelah mengalahkan dua pesaingnya, petenis nomor satu dunia asal Spanyol, Rafael Nadal, yang menduduki peirngkat ke-2 dan juara Formula Satu asal Jerman, Sebastian Vettel, yang bertengger di posisi ke-3.

    Mourinho memperoleh gelar tersebut setelah sukses membawa Inter Milan menjadi klub Italia pertama yang merebut Treble, juara Serie A, Champions League, dan Coppa Italia, musim lalu.

    Mourinho juga mencatat rekor impresif dalam debutnya sebagai pelatih Madrid musim ini dengan mempersembahkan 20 kemenangan, 4 hasil imbang dan hanya satu kekalahan dalam 25 laga yang telah dimainkan sepanjang 2010.

    Pelatih asal Portugal ini juga masuk dalam daftar tiga finalis peraih FIFA Ballon d'Or 2010 untuk kategori pelatih terbaik bersama pelatih timnas Spanyol, Vicente Del Bosque, dan pembesut Barcelona, Pep Guardiola.

    Mourinho sempat sesumbar bahwa dirinya layak merahi gelar tersebut kendati ia harus bersaing ketat dengan Del Bosque yang sukses membawa Spanyol merebut Piala Dunia 2010.

    "Saya telah menetapkan pilihan saya – kerja jeras selama 11 bulan, memainkan 57 pertandingan, merebut tiga gelar termasuk yang paling penting, Champions League," kata Mourinho. "Saya telah memenangi segalanya. Saya tak bisa melakukan lebih dari itu, dan begitu juga para pemain."

    Pemenangan FIFA Ballon d'Or akan diumumkan dalam sebuah upcara di Zurich 10 Januari mendatang.

    REALMADRID.COM | SOCCERNET | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.