Anies Baswedan Jadi Pengurus PSSI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan. TEMPO/Prima Mulia

    Anies Baswedan. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan menjadi salah satu pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Anies menjabat anggota Komisi Etika bersama beberapa nama beken lainnya.

    Nama Anies tercantum dalam surat keputusan nomor sekp/26/JAH/IX/2011 tentang susunan pengurus PSSI, anggota komite tetap periode 2011-2015 yang diteken Ketua Umum PSSI Djohar Arifin pada 21 September lalu.

    Selain Anies, terdapat juga nama pengacara Todung Mulya Lubis dan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat. Todung diplot sebagai Ketua Komisi Etika, sedangkan Komaruddin Hidayat sebagai anggota.

    Jumlah kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin sendiri lumayan gemuk. Dalam surat tersebut, terdapat 105 orang pengurus yang terbagi dalam beberapa komite atau komisi

    Komisi Etika yang dipimpin Todung ini menjadi komisi paling gemuk dengan jumlah anggota 20 orang. Lalu, diikuti Komite Fair Play dan Tanggung Jawab Sosial yang beranggotakan 16 orang dan Komisi Banding yang beranggotakan 13 orang. Komisi atau komite lain rata-rata beranggotakan tiga orang.

    Jumlah 105 ini belum termasuk Komite Eksekutif PSSI yang berjumlah sembilan orang dan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum. Sehingga jika digabungkan, jumlah 'kabinet' Djohar Arifin ini mencapai 116 orang. Padahal di awal kepengurusannya, Ketua Umum Djohar Arifin menjanjikan 'kabinet' yang ramping.

    Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro mengatakan jumlah tersebut normal karena mencakup 20 komite. Tri memastikan biaya tak akan membengkak dengan jumlah anggota yang lebih dari 100 orang tersebut. "Karena sebagian mereka sukarelawan," katanya.

    Selain itu, Tri melanjutkan, para anggota komite tak setiap hari bekerja sehingga sistem pembayaran mereka tak harus setiap bulan, seperti gaji karyawan. Namun ia tak menjelaskan sistem pembayaran tersebut. "Yang jelas, mereka tidak bekerja setiap hari," katanya.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.