PSIS Targetkan Juara Divisi Utama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PSIS Semarang Semarang United

    PSIS Semarang Semarang United

    TEMPO Interaktif, Semarang - PSIS Semarang optimistis mampu menjadi juara umum pada kompetisi profesional level II atau divisi utama. "Sejak awal, persiapan tim ini untuk level I. Jadi, target kami juara level II," kata Direktur Operasional PSIS, Novel Albakrie, kepada Tempo, Jumat, 9 Desember 2011.

    Sebelumnya, PSIS yang usai Kongres PSSI merupakan leburan dari PSIS dan Semarang United (Liga Primer Idonesia) mempersiapkan diri mengikuti kompetisi level I (Indonesia Premier League/IPL). Namun, karena ada regulasi baru, terpaksa tim berjuluk Mahesa Jenar ini bermain di profesional level II.

    Manajemen meluncurkan tim PSIS sekaligus memperkenalkan jersey baru di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis, 8 Desember 2011. Komisaris Utama PT Laskar Diponegoro--badan hukum yang menaungi PSIS--Kukrit S. Wicaksono, mengatakan, PSIS harus naik level I dengan menjadi juara di level II. "Kami harus mengobati rasa kecewa keputusan down grade dengan menjadi juara level II," kata Kukrit.

    PSIS memiliki 24 pemain di bawah asuhan pelatih Edy Paryono. Tim ini menunjukkan kombinasi pemain senior dan pemain muda. Barisan pemain senior misalnya kiper I Komang Putra, Dony Siregar, Simon Kujiro dan Khusnul Yakin. Beberapa pemain muda di antaranya Kukuh Pramuyudha, Rony Agustian, dan M. Arifin. Ketiga pemain ini malah baru saja mendapatlan sertifikat dari pemain amatir ke profesional.

    Adapun untuk skuad asing terdapat nama Simon Quentieri dari Italia, Victor de Sauza asal Brazil dan pemain Korea Han Ji Ho.

    Pembukaan liga profesional level II akan dihelat di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu, 10 Desember 2011 dengan partai pembuka antara PSIS melawan Persik Kediri.

    SOHIRIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.