Rahmad: Aji, Widodo, dan Nil Pelatih Masa Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rahmad Darmawan (kanan) didampingi Aji Santosa (kiri) dan Widodo C Putra. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Rahmad Darmawan (kanan) didampingi Aji Santosa (kiri) dan Widodo C Putra. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Setelah Rahmad Darmawan mundur dari posisi pelatih tim nasional usia di bawah 23 tahun beberapa waktu lalu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) belum memutuskan sosok penggantinya. Beberapa nama sudah disebut sebagai pengganti Rahmad, seperti Widodo Cahyono Putro dan Aji Santoso yang saat ini menjabat asisten pelatih tim nasional, serta Nil Maizar yang saat ini melatih Semen Padang.

    Saat ditanya pendapatnya mengenai tiga pelatih muda itu, Rahmad menilai mereka memiliki kemampuan melatih yang bagus. "Saya tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan pelatih. Tapi tiga nama itu adalah pelatih masa depan Indonesia," ujar Rahmad Darmawan, Kamis, 15 Desember 2011.

    Menurut Rahmad, Aji, Widodo, dan Nil telah menunjukkan potensi mereka saat masih menangani klub masing-masing. "Jadi, siapa pun yang dipilih PSSI dari ketiga nama itu, PSSI tidak akan salah pilih," tambah Rahmad.

    Rahmad menganjurkan PSSI memberi kesempatan kepada pelatih lokal untuk melatih tim nasional. Selama ini, kata Rahmad, pelatih lokal tidak bisa menunjukkan kemampuan karena mereka jarang diberi kesempatan.

    Rahmad sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan pelatih tim nasional usia di bawah 23 tahun. Meskipun beberapa kalangan menilai mantan pelatih Persija Jakarta itu sukses dalam membangun tim, ia mengundurkan diri karena merasa gagal memenuhi target PSSI untuk meraih medali emas.

    Selain itu, wacana PSSI untuk melarang pemain yang berkompetisi di luar kompetisi resmi PSSI membuat Rahmad merasa tidak bebas melatih. "Saya hanya kurang nyaman dengan itu (keterbatasan memilih pemain)," katanya.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.