Alasan Motta Pindah dari Inter ke PSG

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Thiago Motta merayakan goalnya dalam pertandingan Seri A di Milan, Itali (3/4). (AP Photo/Luca Bruno)

    Thiago Motta merayakan goalnya dalam pertandingan Seri A di Milan, Itali (3/4). (AP Photo/Luca Bruno)

    TEMPO.CO, Jakarta - Thiago Motta mengungkapkan bahwa dirinya pindah dari Inter Milan ke Paris Saint-Germain atas alasan ingin mencari pengalaman baru. Motta sempat meminta ijin dari Presiden Inter Massimo Moratti untuk melepasnya ke klub asal Prancis itu.

    "Saya sangat senang berada di sini, tim ini sangat ambisius," kata Motta."Saya juga senang bisa bertemu kembali dengan teman lama dan saya sangat termotivasi. Saya bertanya kepada Moratti untuk memberi saya kesempatan bergabung ke Paris Saint-Germain, karena ada saatnya dimana seorang pemain harus memiliki pengalaman baru.”

    Nerazzurri--julukan Inter--telah menyatakan berulang kali bahwa mereka ingin mempertahankan mantan gelandang Barcelona itu. Tetapi Motta sangat ingin pindah ke Perancis sebelum tenggat waktu transfer bulan Januari lalu.

    "Saya benar-benar ingin mengambil kesempatan ini (pindah ke PSG). Saya tidak memiliki masalah dengan Inter, karena saya selalu bergaul dengan baik dengan semua pemain dan pelatih. Datang ke Paris adalah pilihan pribadi,” ujar Motta. "Saya memenangi segalanya dengan Nerazzurri, dan di PSG saya ingin melakukan hal yang sama."

    Thiago Motta juga berharap meninggalkan Serie A tidak akan mempengaruhi peluangnya untuk bermain di Euro 2012. Ia berharap pelatih tim nasional Italia Cesare Prandelli tetap memantaunya meskipun berlaga di luar Italia.

    "Saya sangat ingin berlaga di Piala Eropa. Ada banyak kompetisi, tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk terpilih di skuad Azzurri--julukan tim nasional Italia, " kata Motta.

    FOOTBALL-ITALIA | ANTON WISHNU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.