Imbangi Liverpool, Tottenham Hotspur Puas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gareth Bale. AP/Sang Tan

    Gareth Bale. AP/Sang Tan

    TEMPO.CO, Liverpool - Asisten pelatih Tottenham Hotspur, Kevin Bond, menganggap bisa menahan gempuran Liverpool sepanjang pertandingan pada Selasa dinihari, 7 Februari 2012 saja sudah merupakah hasil yang cukup baik bagi timnya. Oleh sebab itu, perolehan satu poin pun sudah membuatnya puas.

    Pada laga yang digelar di Anfield itu, Spurs memang diserang habis-habisan oleh tuan rumah. Terbukti The Reds—julukan Liverpool—total 15 kali melakukan tembakan, sementara Spurs hanya sembilan kali.

    “Saya rasa itu poin yang bagus. Mereka (Liverpool) membuat kami bertahan, terutama di akhir babak kedua, dan anak-anak bermain dengan sangat baik,” kata Bond seusai pertandingan.

    Bond mengungkapkan Spurs sebenarnya punya peluang terbaik lewat Gareth Bale. Dalam situasi satu lawan satu, sepakan pemain asal Wales itu masih bisa dimankan penjaga gawang Liverpool, Pepe Reina.

    “Dari posisi kami, itu nampaknya offside. Tapi ketika hakim garis tidak mengangkat benderanya untuk peluang terbaik itu,” ujar Bond yang menggantikan posisi Harry Redknapp pada pertandingan ini.

    Kali ini Spurs memang tidak dapat didampingi Redknapp karena pesawat yang hendak ditumpanginya mengalami gangguan teknis. Redknapp memang tidak bisa berangkat bersama rombongan timnya karena menjalani persidangan atas tuduhan penggelapan pajak di Southwark Crown Court, London.

    Hasil ini membuat Spurs tetap terpaku di peringkat ketiga klasemen sementara dengan perolehan 50 poin.

    SKY SPORTS | IRVAN SAPUTRA

    Berita terpopuler:
    Kisruh PSSI, Tak Usah Sedikit-Sedikit Statuta FIFA

    PSSI Abaikan Manuver KPSI Soal Pengganti Djohar

    Menpora Tak Beri Tenggat Waktu Rekonsiliasi PSSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.