Keok di Papua, Pelatih Persib Menyepi ke Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jovo Cuckovic. ANTARA/Agus Bebeng

    Jovo Cuckovic. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO, Bandung - Gagal mengantarkan skuadnya mencuri poin di Papua, pelatih Persib Bandung Drago Mamic langsung menikmati liburan di Pulau Bali. Pelatih asal Kroasia ini langsung terbang ke Denpasar dengan pesawat dari Bandara Biak, Papua, Selasa 28 Februari 2012.

    "Ya dia (Drago) ke Bali sendirian untuk liburan. Tapi dia nggak akan lama karena nanti Jumat, tanggal 2 Maret, dia harus sudah kembali berada di Bandung untuk memulai program latihan untuk pemain," ujar Sekretaris Tim Persib, Yudiana, setiba dari tur Papua, di mes Persib Bandung, Selasa malam 28 Februari 2012.

    Menurut Yudiana, Drago memang tampak terpukul setelah anak-anak Maung Bandung kalah telak di kandang Persiwa Wamena dan Persipura Jayapura. "Dia memang tampak sangat murung terutama ketika beberapa saat setelah kedua pertandingan. Makanya mungkin dia ingin refreshing dulu di Bali," katanya.

    Seperti diketahui, Maung gagal meraih poin secuil pun di tanah Papua. Di Stadion Pendidikan, Wamena, pada Kamis 23 Februari 2012, Persib takluk di tangan tuan rumah Persiwa dengan skor telak 0-3. Gawang Maung dijebol Peter Rumaropen, Boakay Eddie Foday, dan Jaelaniu Arey.

    Pada Selasa 27 Februari 2012, Maung Bandung kembali menyerah 0-4 kepada Persipura di Stadion Mandala, Jayapura. Gawang Jandry Pitoy jebol dibombardir Boaz Solossa, Ian Kabes, Titus Bonai dan oleh pemain Persib sendiri, Jajang Sukmara.

    Kegagalan Maung di Papua ini tak cuma memukul Drago, tapi juga Manajer Persib Bandung Umuh Muhtar. Umuh bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit sepulang dari Papua pada Minggu malam 25 Februari 2012. Mengaku 'tepar' akibat kelelahan luar biasa, Umuh dirawat selama dua hari atau hingga Selasa kemarin di Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung.

    ERICK P. HARDI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.