Hadapi Bologna, Juventus Pasang Formasi 4-3-3

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antonio Conte. AP/Massimo Pinca

    Antonio Conte. AP/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Bologna - Bertandang ke markas Bologna dalam lanjutan Liga Seri A Italia, Kamis 8 Maret 2012, Juventus menerapkan strategi menyerang. Pelatih Juventus Antonio Conte menggunakan formasi 4-3-3 untuk laga kali ini.

    Conte mempercayakan lini depan La Vecchia Signora, julukan Juve, kepada Marco Borriello, Mirko Vucinic, dan Simone Pepe. Ketiga penyerang andalan Juve ini pasti ditugaskan untuk menggedor pertahanan tim tuan rumah yang dikomadoi Daniele Portanova.

    Pada lini tengah, Conte mempercayakan kepada trio, Andrea Pirlo, Arturo Vidal, dan Claudio Marchisio, untuk menyuplai bola kepada para penyerang. Besar kemungkinan, ketiga gelandang ini juga ditugaskan untuk menguasai jalannya pertandingan dan memutus aliran bola Bologna.

    Kubu tuan rumah sendiri menerapkan strategi klasik, 3-4-3. Pelatih Bologna Stefano Pioli mempercayakan lini belakang Rossoblu kepada Portanova, Mikael Antonsson, dan Andrea Raggi untuk meredam gelombang serangan yang dilancarkan tim tamu.

    Sedangkan untuk pos penyerangan, Pioli mempercayakan kepada Alessandro Diamanti, Gaston Ramires, dan Marco di Vaio. Ketiga ujung tombak ini akan mendapatkan aliran bola dari empat gelandang Rossoblu.

    Susunan Pemain

    Bologna (3-4-3) : Gillet; Portanova, Antonsson, Raggi; Perez, Mudiyangi, Rubin, Garics; Di Vaio, Diamanti, Ramirez.

    Cadangan : Sorensen, Taider, Belfodil, Cherubin, Pulzetti, Kone, Agliardi.

    Juventus (4-3-3-): Buffon; Bonucci, Caceres, De Ceglie, Lichtsteiner; Pirlo, Vidal, Marchisio, Borriello, Vucinic, Pepe.

    Cadangan : Giaccherini, Padoin, Elia, Storari, Quagliarella, Del Piero, Matri.

    Stadion : Stadio Renato Della`Ara

    SOCCERNET  | SINGGIH SOARES TONCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.