Timnas U-21 Gagal Bawa Pulang Trofi dari Brunei

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia Andik Vermansah (tengah) dihadang dua pemain Brunie dalam pertandingan final Piala Hassanal Bolkiah di Bandar Seri Begawan, Brunei, Juma (9/3). REUTERS/Ahim Rani

    Pemain Timnas Indonesia Andik Vermansah (tengah) dihadang dua pemain Brunie dalam pertandingan final Piala Hassanal Bolkiah di Bandar Seri Begawan, Brunei, Juma (9/3). REUTERS/Ahim Rani

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim sepak bola nasional usia di bawah 21 tahun (timnas U-21) gagal membawa pulang piala Sultan Hassanal Bolkiah Cup 2012 setelah mereka ditekuk tim tuan rumah Brunei Darussalam 0-2 di Hassanal Bolkiah National Stadium, Bandar Seri Begawan, Jumat, 9 Maret 2012.

    Mimpi Andik dan kawan-kawan mengulang kesuksesan 2001 lalu saat tim nasional menjuarai turnamen ini dikandaskan gol Aminuddin Zakwan di menit ke-48. Aminuddin yang berdiri tanpa kawalan langsung menyontek umpan matang dari sayap kiri. Gol kedua Brunei yang dicetak Adi bin Said di menit ke-75 makin membenamkan mimpi Indonesia memboyong piala.

    Timnas U-21 sebenarnya mengawali laga dengan permainan cantik. Umpan-umpan pendek dan pressing ketat memaksa para pemain Brunei bermain di wilayah pertahanan mereka sendiri. Penguasaan lini tengah membuat para pemain timnas nyaris menguasai pertandingan. Namun sejumlah serangan yang dibangun gagal menjebol gawang Brunei.

    Beberapa peluang antara lain tercipta lewat Yoshua Pahabol. Pemain asal Papua ini sempat menerobos barisan belakang Brunei di menit ke-7. Namun aksinya dihentikan wasit dengan alasan yang tak jelas. Dua menit kemudian, Andik sempat membuat para pemain bertahan Brunei kalang kabut lewat aksi individunya. Namun aksinya dihentikan pemain belakang Brunei.

    Sedikitnya tercatat dua kali tendangan spekulasi dilepaskan para pemain timnas ke mulut gawang Brunei, yakni Ridwan Awaludin di menit ke-11 dan Kurniawan di menit ke-21. Namun usaha keduanya belum bisa menjebol gawang Brunei.

    Memasuki babak kedua, permainan Andik dan kawan-kawan mulai kehilangan bentuk. Sebaliknya, para pemain Brunei justru mulai keluar dari kurungan. Serangan cepat Brunei di menit ke-48 yang kemudian berbuah gol membuat mental para pemain Indonesia semakin merosot.

    Lini tengah, yang semula mendominasi, mulai keteteran. Umpan-umpan mulai salah alamat dan para pemain sangat mudah kehilangan bola. Kapten Andik Vermansyah juga beberapa kali terlihat terlalu bermain individual. Jadi, praktis, babak kedua dikuasai para pemain Brunei.

    Meski begitu, Wakil Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Farid Rahman menilai para pemain telah memberikan penampilan terbaik mereka. "Penguasaan bola lebih besar kita, tapi hasilnya memihak mereka, mau bilang apa," katanya.

    Para pemain, kata Farid, lebih banyak menguasai bola di lini belakang dan lini tengah. Begitu bola masuk ke jantung pertahanan Brunei Darussalam, bola segera hilang. "Akan ada evaluasi setelah ini," katanya.

    DWI RIYANTO AGUSTIAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.