Pemain Liga Spanyol Ini Ingin Perkuat Timnas Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arthur Irawan. Foto: rcdespanyol.com

    Arthur Irawan. Foto: rcdespanyol.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Arthur Irawan, pemain muda Indonesia yang sekarang bermain di Espanyol, salah satu klub sepakbola di Liga Spanyol, mengaku ingin memperkuat tim nasional Indonesia di Piala AFF, akhir November 2012 nanti. "Adalah impian setiap pemain untuk dapat bermain untuk negaranya. Jadi, jika klub melepas saya, saya pasti akan bermain untuk Indonesia," kata Arthur Irawan seperti dilansir situs berita Asiaone, Ahad, 26 Agustus 2012.

    Pemain asal Surabaya, Jawa Timur, itu mengaku telah menerima surat panggilan dari PSSI untuk memperkuat timnas. Tapi dia belum tahu apakah akan diizinkan untuk memperkuat laskar Merah Putih dalam ajang laga tahunan antarnegara Asia Tenggara ini.

    Arthur merupakan satu dari beberapa pemain muda Indonesia yang saat ini bermain di kompetisi luar negeri. Ia belum pernah memperkuat tim Indonesia sebelumnya.

    Piala AFF akan berlangsung mulai 25 November 2012. Indonesia tergabung di Grup B bersama tuan rumah Malaysia, Singapura, dan tim runner-up babak kualifikasi. Timnas yang dilatih Nil Maizar saat ini juga telah memulai pemusatan latihan tahap kedua.

    ASIAONE | ARIE FIRDAUS

    Berita Terpopuler:
    Yang Terjadi di Kamar Itu Saat Harry Difoto Bugil

    Ahok: Hebat kan, Saya Jadi Koboi

    Ribuan Orang Padati Halal Bihalal Jokowi-Ahok

    Samsung Kalah Gugatan, Android "Deg-Degan"

    Rp 9,5 M Tak Cukup Buat Harry Tampil Bugil

    Hashim : Jokowi-Basuki akan Bantu Prabowo di 2014

    Jokowi Mengaku Tak Gentar Hadapi "Gajah"

    Sosial Media di Mata Jokowi

    Artis-artis Ini Dukung Jokowi-Ahok

    Kalla: Isu SARA Pilkada DKI Bahayakan Bangsa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.