Roy Suryo Merasa 'Dijebak' Masuk Konflik PSSI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembukaan Pra Kongres PSSI-KPSI 2012 di Jakarta, Sabtu malam (21/1).  ANTARA/Andika Wahyu

    Suasana pembukaan Pra Kongres PSSI-KPSI 2012 di Jakarta, Sabtu malam (21/1). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo merasa dipancing dan dijebak supaya masuk ke ranah kekisruhan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI). "Saya sadar sanksi dari PSSI untuk Liga Super itu adalah pancingan dan jebakan bagi saya untuk masuk ke konflik,” kata Roy kepada Tempo mengenai sikapnya atas sanksi PSSI bagi klub dan pemain yang "membangkang", Kamis, 24 Januari 2013.

    Roy menolak memasuki wilayah konflik PSSI dan KPSI. “Saya tidak akan masuk ke sana (konflik PSSI-KPSI), karena bisa dicap intervensi,” kata dia. “Ibaratnya, saya tidak ingin menari di gendang yang sudah mereka tabuh."

    Menteri Roy menilai keputusan tersebut bisa memperkuat antipati Liga Super terhadap PSSI. "Meski itu (sanksi) tujuan baik, yaitu ingin membentuk satu timnas, di satu sisi sanksi itu akan membuat masalah semakin rumit."

    PSSI menjatuhkan sanksi bagi klub dan pemain Liga Super Indonesia (LSI). Sanksi ini merupakan buntut dari kisruh sepak bola nasional yang telah terjadi sejak pertengahan 2011 lalu. Akibat kekisruhan berkepanjangan itu, persepakbolaan nasional anjlok secara drastis. Kompetisi liga nasional terbagi dua. Timnas pun sempat terancam terbelah.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.