Alasan Llorente Bergabung dengan Juventus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Athletic Bilbao Fernando Llorente (tengah) berebut bola dengan pesepakbola Manchester United Jonny Evans dalam pertandingan Liga Europa di stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (15/3). REUTERS/Felix Ordonez

    Pesepakbola Athletic Bilbao Fernando Llorente (tengah) berebut bola dengan pesepakbola Manchester United Jonny Evans dalam pertandingan Liga Europa di stadion San Mames, Bilbao, Spanyol, Kamis (15/3). REUTERS/Felix Ordonez

    TEMPO.CO, Bilbao - Penyerang Athletic Bilbao, Fernando Llorente, mengungkapkan alasannya bergabung dengan Juventus pada musim panas 2013. Ia memilih La Vecchia Signora karena klub asal Kota Turin, Italia, itu sangat menginginkan jasanya.

    "Dari awal, Juventus ingin berinvestasi kepada saya dan niat mereka jelas," tutur pemain depan tim nasional Spanyol yang dijuluki ini El Rey Leon ini kepada AS, Minggu, 3 Februari 2013. "Saya sangat menyukai proyek Juventus."

    Alasan lain Llorente adalah Juventus merupakan salah satu klub besar di dunia. "Klub ini juga berusaha memenangi titel Liga Champions, di mana bagi saya gelar ini adalah trofi yang paling menarik," ucap pria 27 tahun itu.

    Selain itu, Llorente menambahkan, Juventus mempunyai tradisi kemenangan yang kuat. "Mereka adalah tim pemenang dengan ambisi untuk tetap menjadi pemenang," ucap bekas pemain Baskonia itu. "Ini sangat menggairahkan saya."

    Llorente digaet Juventus dengan status bebas transfer dan akan berseragam hitam-putih hingga 2017. Pemain berpostur 195 sentimeter ini akan mendapatkan gaji sebesar 4,5 juta euro atau setara dengan Rp 58,17 miliar per musimnya.

    Llorente menuturkan, sangatlah tidak mudah baginya meninggalkan Bilbao. Sebab, banyak orang yang sangat mencintainya. "Namun ada sebagian dari mereka yang menginginkan saya pergi dengan secepat mungkin," tutur Llorente.

    FOOTBALL ITALIA | SINGGIH SOARES TONCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.