Rabu, 14 November 2018

Pasrahnya Nilmaizar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih baru timnas Indonesia asal Argentina Luis Manuel Blanco (tengah) bersama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kiri) dan Dubes Argentina Javier Sanz de Urquiza. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Pelatih baru timnas Indonesia asal Argentina Luis Manuel Blanco (tengah) bersama Ketua Umum PSSI Djohar Arifin (kiri) dan Dubes Argentina Javier Sanz de Urquiza. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta– Pelatih Nilmaizar pasrah atas keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang menunjuk pelatih asal Argentina, Luis Manuel Blanco, sebagai kepala pelatih tim nasional Indonesia yang baru. PSSI melakukan hal itu tanpa terlebih dulu menjelaskan kepada Nilmaizar soal nasibnya di jajaran pelatih tim nasional.

    "Saya sudah dengar kabar itu. Kalau begitu, silakan saja. Bagi saya tidak masalah," kata Nilmaizar.

    PSSI sampai saat ini belum menjelaskan secara resmi nasib Nilmaizar apakah akan dipecat atau justru digeser menjadi asisten pelatih untuk mendampingi Blanco. Bahkan pengumuman bahwa Blanco diangkat sebagai pelatih tim nasional disampaikan saat Nilmaizar dan rombongan tim nasional dalam perjalanan pulang dari Dubai. Mereka kembali ke Jakarta setelah dikalahkan oleh Irak 0-1 dalam pertandingan pertama kualifikasi Piala Asia 2015 Grup C.

    Terkait dengan kinerjanya selama menangani tim nasional, Nilmaizar menyerahkan kepada masyarakat Indonesia untuk menilainya. Menurut dia, di tengah kekisruhan sepak bola nasional yang tidak kunjung selesai, tidak mudah bagi seorang pelatih meracik tim nasional. "Dengan kondisi seperti ini, ia (Blanco) akan sama seperti saya," kata Nilmaizar.

    Nilmaizar memang menemui banyak kendala sejak ditunjuk menjadi pelatih tim nasional pada awal 2012. Kendala itu terkait dengan konflik dualisme kepengurusan sejak pertengahan 2011, sehingga ia tidak bisa mengumpulkan pemain terbaik ke tim nasional. Hal itu terbukti kala persiapan untuk Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) 2012 dan kualifikasi Piala Asia 2015.

    Para pemain langganan tim nasional selama ini mayoritas bermain di Liga Super Indonesia, yang berada di bawah payung Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia—organisasi yang berseberangan dengan PSSI di bawah kepemimpinan  Djohar Arifin Husin.

    "Saya tahu, banyak yang mencibir saya dan para pemain selama ini. Tapi saya berpikiran positif saja," kata Nilmaizar.

    Blanco dikontrak menjadi pelatih tim nasional Indonesia selama dua tahun. Djohar mengatakan penunjukan Blanco adalah tindak lanjut dari kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Argentina.

    Menurut Djohar, Blanco akan langsung bekerja menyusun tim untuk laga kedua kualifikasi Piala Asia 2015 melawan Arab Saudi pada Maret mendatang.

    Meski kalah 0-1 oleh Irak, tim pelatih di bawah kendali Nilmaizar mengaku puas. Menurut asisten pelatih tim nasional, Fabio Oliveira, Irfan Bachdim dan kawan-kawan telah bermain maksimal. "Gol Irak itu hanya akibat kesalahan pemain belakang kita. Tapi, secara umum, pemain sudah tampil maksimal," ujarnya. "Baru satu kali kalah di pertandingan pertama. Peluang lolos tetap ada," Fabio menambahkan.

    Pada babak kualifikasi Piala Asia 2015 itu, Indonesia berada di Grup C bersama Irak, Arab Saudi, dan Cina. Indonesia adalah tim terlemah di grup ini.

    ARIE FIRDAUS

    Baca juga:
    Ini Jurus Blanco Gembleng Timnas

    Inilah Program Pelatih Baru Timnas

    Lance Armstrong Digugat US$ 12 Juta

    Juli, Chelsea Kunjungi Indonesia


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?