Krisis Dana, Persebaya 1927 Cari Stadion Murah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persebaya 1927 melakukan latihan dan sekaligus ujicoba lapangan di Stadion Mulawarman Bontang-Kaltim, Jumat (16/3). ANTARA/Bambang Suseno

    Pesepakbola Persebaya 1927 melakukan latihan dan sekaligus ujicoba lapangan di Stadion Mulawarman Bontang-Kaltim, Jumat (16/3). ANTARA/Bambang Suseno

    TEMPO.CO, Surabaya - Chief Executive Officer (CEO) Persebaya Surabaya 1927 Gede Widiade mengatakan pihaknya mencari stadion murah sebagai tempat pertandingan kandang bagi timnya selama kompetisi Liga Primer Indonesia, karena  Gelora Bung Tomo  yang dipakai selama ini tarif sewanya dirasakan  kelewat mahal.

    "Kami sedang krisis keuangan, jadi harus ngirit. Bila memungkinkan untuk memakai stadion yang sewannya lebih murah mengapa tidak," ujar Gede  Selasa, 18 Februari 2013.

    Dengan dana yang cekak, Gede berupaya mengefisienkan pengeluaran, termasuk sewa stadion dan mengurangi jumlah tenaga keamanan. Hal itu terpaksa dia tempuh karena uang pribadinya sebesar Rp 9 miliar yang dipakai menalangi kebutuhan Persebaya 1927 belum diganti oleh konsorsium Liga Prima Indonesia Sportindo selaku operator kompetisi Liga Primer Indonesia.

    Padahal, kata Gede, jika dana tersebut dikembalikan akan dia pakai untuk biaya kebutuhan klub selanjutnya. Gede mengaku telah menagih uangnya itu ke konsorsium. "Namun bapak-bapak yang ada di sana sudah angkat tangan," kata pengusaha asal Surabaya yang berbisnis di Jakarta ini.

    Meski uangnya masih nyantol, Gede, yang sebelumnya telah menyatakan diri keluar dari Persebaya 1927, akhirnya bersedia kembali ke klub yang bermarkas di Jalan Karanggayam itu karena konsorsium bersedia membantu pendanaan tim. "Konsorsium bersedia bantu, tapi dananya minim. Sehingga saya harus mengefisienkan pengeluaran bila ingin cukup sampai akhir kompetisi," kata Gede.

    Komisaris PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar mengakui bahwa konsorsium belum dapat mengembalikan uang Gede. Oleh sebab itu, Saleh bersedia membantu menagih ke konsorsium. "Yang penting Persebaya  bisa ikut kompetisi," kata Saleh.

    KUKUH S WIBOWO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.